Jembatan Songgolono Ambruk, Satu Rumah Warga Terancam

Warga sedang melihat Jembatan Songgolono yang ambruk, Senin (9/3/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
09 Maret 2020 12:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

BANTUL-Hujan lebat disertai angin yang terjadi sejak beberapa hari terakhir ini menyebabkan Jembatan Songgolono di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Bantul,  ambruk, Senin (9/3/2020). Ambruknya jembatan tersebut memutus akses warga dari dua dusun di desa setempat.

Tak hanya memutus akses dua dusun, yakni Dusun Ngepet, Desa Srigading dan juga Dusun Karanganyar Desa Gadingharjo, Kecamatan Sanden, ambruknya Jembatan Songgolono juga mengancam satu rumah warga milik Slamet Marzuki. Pasalnya talut di kanan kiri jembatan sudah retak dan terkikis sedikit demi sedikit.

Dalyono, 56, warga lainnya mengatakan selain karena faktor alam ambruknya Jembatan Songgolono karena faktor usia. Dibangun sekitar Agustus 1989, jembatan itu sudah lebih dari 30 tahun. “Ditambah juga dengan volume Sungai Winongo yang meningkat sehingga mengikis talut dan pondasi jembatan di sisi utara jembatan. Talutnya terkikis air karena kontur tanah di sisi utara gembur dan banyak pasir, " ujar Dalyono, Senin.

Selama dibangun secara swadaya masyarakat jembatan itu sampai sekarang memang belum mengalami perbaikan sama sekali sehingga Dalyono pun menilai wajar ambruknya jembatan itu.

Dari pantauan langsung Harian Jogja di lokasi, titik ambruknya jembatan ada di bagian sisi utara sedangkan bagian selatan masih utuh. Begitu pula dengan pondasi di bagian tengah juga masih utuh.

Jembatan sepanjang sekitar 12 meter dan lebar 2,5 meter itu praktis kini tak dapat dilintasi lagi meski dengan berjalan kaki. Tidak ada besi dalam pondasi jembatan kecuali hanya batu-batu dan semen.

Kepala Desa Srigading, Wahyu Widodo mengatakan keberadaan jembatan itu sangat penting bagi aktivitas warga sehingga mendesak untuk diperbaiki. Pihaknya sudah menyampaikan kondisi ambrolnya jembatan itu ke Pemkab Bantul bahkan ia sendiri sudah mrngecek langsung kondisi jembatan tersebut. "Supaya penanganannya cepat kami usulkan agar diperbaiki melalui dana darurat, " kata Wahyu. Dana darurat yang dimaksud Wahyu adalah dana tak terduga khusus penanganan bencana di Pemkab