Dinkes Bantul Susun Penambahan Anggaran

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
01 Juni 2020 23:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul memastikan terus menyusun penambahan anggaran untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 di wilayahnya.

Langkah ini diambil setelah Bupati Bantul Suharsono menetapkan perpanjangan masa tanggap darurat hingga 30 Juni 2020, dari semula berakhir 29 Mei 2020.

“Soal berapa penambahannya Kami masih hitung dan susun untuk kebutuhannya,” kata Kepala Dinkes Bantul, Agus Budi Raharjo, Senin (1/6/2020).

Meski demikian, Agus mengungkapkan kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi adalah pengadaan 8.000 rapid diagnostic test (RDT) untuk 4.000 orang tenaga medis dan rumah sakit rujukan. Selain itu, dibutuhkan adanya penambahan anggaran untuk perawatan rumah sakit. “Karena untuk Rumah Sakit Lapangan Khusus (RSLK) Covid-19 saja kami butuh sekitar Rp1 miliar per bulan,” kata Agus.

Agus mengungkapkan Dinkes juga harus menyiapkan klaim biaya perawatan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP). “Ini masih harus ditambah dengan penyediaan alat perlindungan diri [APD],” ucapnya.

Di sisi lain, setelah sempat melandai selama 10 hari, jumlah pasien positif Covid-19 di Bantul pada Minggu (31/5/2020) bertambah satu orang. Pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki berusia 32 tahun.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Penularan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, mengatakan pasien berasal dari Kecamatan Banguntapan dan mempunyai riwayat perjalanan sebulan lalu dari Jakarta.

Selain penambahan satu pasien, Sri Wahyu mengungkapkan ada satu pasien positif Covid-19 di Bantul yang dinyatakan sembuh. Pasien sembuh tersebut adalah laki-laki usia 59 tahun dan sempat dirawat di RSPAU Hardjolukito.

Atas kondisi ini, maka jumlah total pasien terinfeksi Covid-19 di Bantul ada 57 orang dengam rincian sebanyak 42 orang dinyatakan sembuh dan dua meninggal dunia, serta 13 dalam perawatan.