Difabel Akan Terlibat Penyediaan Layanan Transportasi di YIA

Suasana terminal keberangkatan dan kedatangan di Yogyakarta International Airport, Kecamatan Temon, Jumat (7/6/2019). - Harian Jogja / Hafit Yudi Suprobo
06 Juli 2020 10:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Yogyakarta Internasional Airport (YIA) digadang-gadang menjadi salah satu fasilitas yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja. Meneruskan semangat ini, Difa Bike, aplikasi ojek difabel asal Jogja, akan turut berkontribusi menyediakan layanan transportasi di YIA.

Pendiri DIfa Bike, Riyanto, menjelaskan masyarakat lokal termasuk difabel harus turut berperan dalam perputaran ekonomi di YIA. “YIA memerlukan layanan transportasi premium. Harus diberi kesempatan para difabel agar bisa bekerja di YIA,” ujarnya, Minggu (5/7/2020).

BACA JUGA : BANDARA KULONPROGO : Banyak Jalan Menuju YIA

Untuk keperluan ini, Difa Bike telah menyiapkan 30 driver mobil yang semuanya merupakan non difabel. Sedangkan anggota difabel ditempatkan di front office, yang rencananya akan ditempatkan di lokasi kedatangan domestik dan internasional.

Semua driver non difabel karena memang difabel sejauh ini tidak boleh menjadi driver umum roda empat. di Difa Bike, driver difabel semuanya menggunakan motor roda tiga. “Kalau roda tiga tidak sanggup. Beberapa kali sudah dicoba tapi tidak kuat karena kejauhan,” ungkapnya.

Selain itu pekerja non difabel juga akan ditempatkan di pengantaran barang sampai poll penjemputan. Hal ini mempertimbangkan jarak yang cukup jauh antara kedua lokasi tersebut. “Difabel bertugas di meja pemesanan,” kata dia.

Kendati demikian ia belum bisa memastikan kapan Difa Bike akan mulai beroperasi di YIA karena masih perlu menunggu keputusan dari Angkasa Pura. Saat ini, pihaknya atas nama Pelita Trans Group, baru dalam proses pengajuan proposal ke Bagian Bisnis dan Pengembangan YIA.

BACA JUGA : Ada Trayek Baru Menuju YIA, Ini Daftarnya

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menyambut baik rencana Difa Bike untuk terlibat dalam penyediaan layanan transportasi di YIA. Ia berpesan agar difabel tidak mengandalkan empati atau belas kasihan dalam bekerja, tapi mampu menyediakan layanan maksimal.

“Saya jelas mendukung. Manfaatkan kesempatan dengan baik adalah kuncinya. Memang tidak mudah, karena kita tidak menutup mata bahwa pelayanan ini berbeda, harus berpacu dengan waktu dan kualitas. Pasti ada hambatan tersendiri bagi disabilitas, tapi tentunya itu bisa disiasati,” ujarnya.