Instalasi Pengelolaan Air Minum Pendekan, Solusi Kekeringan di Prambanan

Keberadaan Instalasi Pengelolaan Air Minum (IPA) Pendekan, Berbah dengan kapasitas debit sekitar 20-25 liter perdetik sudah diujicobakan untuk menyalurkan air bersih ke wilayah Prambanan. - Ist/dok
27 Juli 2020 06:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk mengatasi masalah kekeringan di wilayah Prambanan, Pemkab Sleman melakukan terobosan melalui sinergi antarlembaga. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mengalihkan pengelolaan sistem penyediaan air minum masyarakat ke Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM).

Kasubbid Pertanahan dan Penataan Ruang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman, Dona Saputra Ginting mengatakan wilayah Prambanan menjadi salah satu Kawasan Strategis Pariwisatan Nasional (KSPN) dan bagian dari Kawasan Prioritas Pariwisata Nasional karena memiliki banyak potensi wisata seperti Candi Prambanan, Candi Barong, Candi Ijo, Tebing Breksi dan beberapa destinasi wisata lainnya.

Baca juga: DIY Terasa Lebih Dingin Daripada Musim Hujan, Ini Penyebabnya..

Selain memiliki berbagai potensi wisata, katanya, Prambanan juga merupakan wilayah rawan kekeringan. Hampir setiap tahun saat kemarau, wilayah Prambanan mengalami krisis air bersih. Baik di Desa Sumberharjo, Gayamharjo maupun Wukirharjo. "Ketiga desa tersebut kerap hanya bergantung pada penyaluran air menggunakan tangki," kata Dona, Sabtu (26/7/2020).

Menjawab masalah tersebut, katanya, Dinas PUPKP Sleman tahun ini melaksanakan pembangunan pipa distribusi utama dari Instalasi Pengelolaan Air Minum (IPA) Pendekan. IPA dengan kapasitas debit sekitar 20-25 liter perdetik yang semula dimaksudkan untuk menyalurkan air ke IKK Berbah, diharapkan dapat turut menyuplai sebagian wilayah Kalasan, Berbah dan Prambanan.

Untuk desa-desa yang rawan kekeringan di Prambanan, dialokasikan air sebanyak 8,2 liter perdetik. Dengan alokasi air tersebut diharapkan sebagian besar permasalahan air di Prambanan dapat teratasi. "Saat ini masih dalam tahap uji coba. Rencananya uji coba dilakukan selama tiga bulan," katanya.

Baca juga: Warganet Ini Ingatkan Tata Cara Bertanya Alamat pada Warga Lokal di Jogja, Anda Sepakat?

Direktur PUDAM Tirta Sembada Dwi Nurwata mengatakan kebijakan Pemkab tersebut akan membantu memenuhi kebutuhan air bersih dan air minum masyarakat. Terutama saat musim kemarau. Pemkab berharap musim kemarau tahun ini tidak ada lagi droping air ke Prambanan. "Kami akan menggandeng OPPA [Organisasi Pemelihara dan Pengelola Air] Prambanan untuk melakukan inventarisasi jaringan pipa termasuk yang masuk rumah warga," katanya.

Dijelaskan Dwi, inventarisasi jaringan pipa tersebut penting agar proses distribusi air bersih bisa dilakukan secara optimal. Termasuk meneliti kualitas pipa air yang selama ini disuplai oleh OPPA. Sebab, katanya, ada pipa jaringan air yang berada di perakarangan warga. "Kalau jaringan air di pekarangan warga tentu kami akan kesulitan jika suatu saat dilakukan pemeliharaan," katanya.

Dia mengharapkan dukungan semua pihak terkait rencana tersebut, terutama dari OPPA dan masyarakat Gayamharjo, Wukirharjo dan Sumberharjo. Dijelaskan Dwi, untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi ke tiga wilayah tersebut pihaknya akan menggunakan sumber air dari Pendekan, Berbah. Sumber air yang dibangun oleh DPUP KP Sleman tersebut memiliki kapasitas produksi air 8-10 liter per detik.

"Dengan kapasitas produksi air dari Sumber Pendekan, setidaknya bisa memenuhi kebutuhan air bersih untuk 900 KK di perbukitan Prambanan," katanya.

Untuk menarik air dari Pendekan, lanjut Dwi, PDAM menyiapkan empat mesin pompa untuk menaikkan air dari Pendekan, Losari, Gayamharjo hingga bukit Mintorogo. "Dari sumber ini, air dinaikkan ke Bukit Mintorogo. Dengan gravitasi bumi akan di alirkan ke wilayah di bawahnya. Uji coba kami lakukan pekan ini," katanya.

Sebelumnya, Sekda Sleman Hardo Kiswoyo mengatakan Pemkab berupaya menyelesaikan permasalahan kekeringan di Prambanan dengan merevitalisasi sistem penyediaan air minum melalui PDAM Sleman. "Ini kami lakukan agar semua masyarakat mendapatkan haknya untuk pelayanan dasar terutama air minum," katanya.

Dia mengaku, rencana tersebut sudah disampaikan baik ke Pemdes, pengelola Organisasi Pengelola Pemakai Air (OPPA) maupun pihak kecamatan saat Rapat Koordinasi Pengelolaan Air Bersih PDAM di Wilayah Kecamatan Prambanan Kamis (9/7) lalu.

"Kami mengapresiasi rencana Pemkab yang disambut positif baik dari Pemdes baik Gayamharjo, Sumberharjo maupun Wukirharjo dan juga Camat Prambanan. Kami berharap ke depan tidak ada lagi masyarakat Sleman yang kekurangan air minum," katanya.