KABAR WISATA: Hilangkan Stres Ke Bendung Lepen

Selokan irigasi berisi ikan dengan air jernih di Bendung Lepen. - Harian Jogja/Sunartono.
16 Oktober 2020 16:17 WIB Sunartono & Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Tempat wisata ini sangat sederhana, perpaduan antara alam dengan kreativitas manusia. Berbekal selokan yang ditaburi benih ikan lalu dirawat dengan baik, tempat wisata ini menjadi populer di Kota Jogja selama beberapa bulan terakhir. Berangkat dari kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, tempat wisata ini bisa terbentuk dan banyak dikunjungi.

Adalah Bendung Lepen yang terletak di bantaran sisi barat Sungai Gajah Wong, di Kampung Mrican, Giwangan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Jogja. Di selokan yang jernih sepanjang 80 meter ada ribuan ikan. Nyaris seperti Kota Tsuwano, Jepang yang memiliki Horiwari atau kanal air kecil yang berisi ribuan Ikan Koi. Maka tak perlu lagi ke Jepang jika ingin menikmati kanal air yang jernih berisi ikan, datanglah ke Bendung Lepen, Kota Jogja.

BACA JUGA : Wisatawan Luar DIY Mulai Berdatangan 

Dalam beberapa referensi hasil studi 2016 menyebutkan melihat ikan berenang di akuarium dapat menghilangkan stres. Karena menurunkan tekanan darah dan denyut jantung. Penelitian sebelumnya pada 1999 di Purdue University, menunjukkan bahwa terapi akuarium dapat memperbaiki pola makan dan perilaku pasien Alzheimer. Bendung Lepen bisa menjadi salah satu referensi untuk menjadikan wisatawan merasa tenang akan keberadaan ribuan ikan di selokan jernih yang bisa dilihat dari dekat.

Jika ingin ke Bendung Lepen, jalur utama yang ditempuh adalah Jalan Imogiri Timur (di dalam area ringroad) atau mudahnya sebelah utara Terminal Giwangan Kota Jogja. Setelah berada di ruas sebelah timur Jalan Imogiri Timur, Kota Jogja, silahkan mencari nama sebuah gang yaitu Karangmiri, di Google Map tertera Jl. Karangmiri. Gang masuk cukup sempit tetapi cukup untuk dua kendaraan roda empat bersimpangan. Ikuti terus jalur jalan Karangmiri ini sampai lokasi sekitar 500 meter.

Bagi pengunjung menggunakan kendaraan roda empat, ada tempat parkir khusus yang sudah diberikan penanda arah menuju lokasi parkir. Hanya saja harus berjalan sekitar 50meter untuk menuju lokasi. Bagi kendaraan roda dua lokasi parkirnya lebih dekat dan langsung di dekat bendung lepen tersebut.

Kepercayaan Pengunjung

Di Bendung Lepen masuk tidak ditarik biaya alias gratis. Pengelolanya mengedepankan kejujuran, pengunjung hanya diminta mengisi biaya seikhlasnya saja ketika sudah akan pulang di pintu keluar lokasi parkir. Manajemen kepercayaan kepada pengunjung diterapkan di tempat wisata ini, bahwa pengunjung harus membuang sampah pada tempatnya, sampai membayar untuk makanan ikan  dengan cara mengambil uang kembalian sendiri. Makanan ikan satu gelas kecil dihargai Rp2.000. Jadi Ketika di sana terutama anak-anak bisa memberi makan ikan yang ada di bendungan.

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Jogja Bakal Kebanjiran Wisatawan

Daya Tarik dari wisata ini ada keberadaan ribuan ikan di dalam selokan dengan air yang jernih dan bebas dari sampah. Meski ada ribuan ikan berukuran besar namun tidak ada pengamanan khusus dan kondisi selokan terbuka. Di sekitar selokan tersebut diberikan tulisan “CCTV 24 Jam, Menangkap Ikan Tanpa Ijin Gratis Naik Mobil”. Maksud dari tulisan ini adalah jika ada orang yang menangkap ikan maka akan berurusan dengan pihak yang berwajib. Karena di bawah tulisan spanduk tersebut ada gambar Mobil Polisi.

Pengurus Komunitas Bendhung Lepen Andi Nur Wijanarko menjelaskan kawasan tersebut mulai dibersihkan pada 10 Februari 2019 karena sebelumnya termasuk kumuh. Keberadaan aliran irigasi yang dibuat masyarakat melewati kampungnya untuk mengairi sawah di wilayah Bantul seringkali membawa sampah dan menjadi kotor. Pembersihan sendiri dilakukan hampir tiap hari. Secara bergantian pemuda membersihkan sampah yang terjaring di beberapa penyaringan, sehingga keadaan saluran menjadi lebih bersih.

Awalnya Kumuh

“Akhirnya kelompok pemuda yakni karangtaruna Mrican Youth membuat komunitas Bendhung Lepen, yang bergerak untuk menangani masalah irigasi itu," katanya dikutip Suara.com.

BACA JUGA : Desa Wisata Kasongan Masih Tutup, Pesanan Gerabah

Irigasi yang berada di dekat bendungan aliran Sungai Gajah Wong itu memiliki panjang 50 meter. Ada empat penyaringan dibuat untuk menahan sampah yang mengalir dari Kali Gajah Wong. "Irigasi ini mengambil air dari kali itu [Gajah Wong]. Jadi tak dipungkiri jika sampah dari sungai akan masuk ke irigasi atau sungai di kampung kami. Nah melihat sebelumnya banyak sampah, kami berinisiatif untuk membersihkan. Intinya kami ingin mengubah kawasan yang dulunya tak terurus bisa bermanfaat untuk masyarakat Mrican," ujarnya

Andi menuturkan, sebelumnya sungai terlihat cokelat lantaran lumpur dan minyak mengalir di sepanjang irigasi tersebut. Jumlah lumpur tersebut mencapai 50 sentimeter dari dasar irigasi. Warga juga sengaja menebar benih ikan nila yang berfungsi untuk membuat hidup habitat sungai seperti pada umumnya.

Sebanyak 100 kilo benih ikan nila disebar ke irigasi dengan lebar kurang lebih dua meter itu. Andi mengungkapkan, selain untuk membuat hidup habitat saluran irigasi, harapan ketika itu ikan tersebut dikonsumsi warga Mrican.

Integrasi Kampung

Pemerintah Kota Jogja memiliki komitmen untuk menjadikan sepanjang sungai menjadi Kawasan yang bersih bahkan mengembangkannya sebagai tempat wisata. Bendung Lepen tersebut sebelumnya lahir murni dari kesadaran warga untuk merubah kawasan yang kumuh menjadi bersih dan layak dikunjungi. Warga dan komunitas sungai yang tergabung dalam Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai (Forsidas) Gajah Wong memiliki peran besar melakukan penyadaran untuk pelestarian sungai. Berangkat dari kesadaran itulah warga seperti pemuda karangtaruna tergerak untuk merubah Bendung Lepen menjadi tempat wisata.

“Kami ingin bantaran sungai di Kota Jogja ini tidak lagi kumuh, warga sangat mendukung dan memiliki kesadaran, termasuk Bendung Lepen ini dan kami mendukung semangat warga,” ungkap Wakil Wali Kota Jogaj Heroe Poerwadi.

BACA JUGA : Ini Dia, 18 Destinasi Wisata di Kulonprogo yang Dapat

Ia menambahkan kawasan Bendung Lepen akan diintegrasikan dengan kampung lainnya agar meningkatkan daya tarik wisatawan. Beragam potensi yang dimiliki setiap kampung mempunyai kekuatan baru yang terintegrasi.  Pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan korporasi serta pihak lain untuk merealisasikan mimpi tersebut.

“Mulai dari Legawong, Tegalgendu atau Kotagede, terus Dermaga Cinta sampai Bendung Lepen, terus di atas sana ada Kampung Buah, di atas sini ada kuliner dan kerajinan, ini yang digandengkan," ujarnya.

Ketua Forum Kampung Panca Tertib Mrican, Giwangan, Umbulharjo, Kota Jogja Temu Jaya mengatakan, pihaknya menerima bantuan 2.000 bibit tanaman yang sebagian akan ditanam di Bendung Lepen. Harapannya dengan adanya tanaman buah menjadikan Kawasan tersebut makin asri. “Kami mendukung dengan adanya integrasi dengan kampung lain di sepanjang Gajah Wong,” ujarnya.

Sumber : suara.com