Sebuah Ruko di Wirobrajan Ludes Terbakar

Proses pemadaman api yang membakar sebuah ruko di Jalan R.E. Martadinata, Wirobrajan. - Harian Jogja/Hery Setiawan.
11 November 2020 21:07 WIB Hery Setiawan (ST18) Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA — Kobaran api membakar sebuah rumah toko [ruko] yang berlokasi di Jalan R.E. Martadinata pada Rabu sore, (11/11/2020). Untungnya, tak ada korban jiwa yang jatuh dalam peristiwa tersebut.

Pemilik ruko, Edi Haryanto, 65 mengungkapkan kebakaran terjadi pada pukul 16.30 WIB. Pada waktu itu, ia melihat api tengah berkobar dan membakar lantai dua ruko.

"Saya waktu itu baru menonton televisi. Sementara ibu sedang mandi. Hla, terus kok ada yang teriak-teriak di luar. Saya lihat apinya sudah besar di bagian atas," kata Edi.

BACA JUGA : Rumah Terbakar di Sleman, Lansia Pemilik Rumah Tewas 

Kata Edi, ruko itu merupakan salah satu dari empat bagian rumahnya. Keempat bagian rumah itu semuanya ia jadikan sebagai tempat usaha yang terdiri dari angkringan, bengkel, usaha bensin dan warung makan.

Salah satu bagian ruko milik Edi menjajakan barang berbahan kertas, plastik dan kardus. Sayang, akibat kebakaran, bagian tersebut habis tak tersisa.

Edi menduga bahwa sumber api berasal dari kabel listrik di salah satu bagian ruko. Pada saat kejadian, Edi tengah berdiri di bagian barat ruko. “Bagian belakang tidak terbakar, hanya tengah atas dan depan yang habis” katanya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta, Nurhidayat mengatakan kebakaran terjadi karena konsleting listrik pada dinamo mesin jahit. Sementara itu, luas bidang yang terdampak sebesar 8x18 meter persegi.

BACA JUGA : Tengah Malam, Dapur dan Kandang Milik Warga Kokap

Terdapat tujuh mobil pemadam kebakaran yang datang ke lokasi kejadian. Petugas gabungan yang dibantu warga setempat berupaya memadamkan api yang masih berkobar. Petugas juga turut berusaha menyelamatkan sisa bangunan dan meredam kobaran api supaya tidak meluas.

Kata Nurhidayat, api baru bisa dipadamkan pada pukul 19.00 WIB. Waktu pemadaman memang cukup lama lantaran banyaknya barang mudah terbakar. “Estimasi kerugian belum bisa dipastikan,” katanya.