Ribuan Surat Suara di Bantul Rusak

Ilustrasi surat suara - Harian Jogja/Desi Suryanto
24 November 2020 13:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sebanyak 2.000 lembar surat suara di Bantul yang akan digunakan pada Pilkada 2020, 9 Desember mendatang dinyatakan rusak dan kurang kirim.

Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho, mengatakan ada total ada 725.317 lembar surat suara yang telah disortir dan dilakukan pelipatan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.000 lembar surat suara mengalami rusak dan kurang kirim.

“Dari 2.000 itu, seribuan lebih surat suara rusak. Rusaknya karena kurang presisi dalam hal pemotongan dan buram. Selain itu, kami juga menemukan kekurangan pengiriman. Jadi satu bok surat suara isinya 2.000 lembar, setelah kami cek ternyata kurang dari 2.000 lembar. Itu kenapa kami katakan kurang kirim,” katanya, Selasa (24/11/2020) siang.

Lebih lanjut Didik mengungkapkan, surat suara yang rusak dan kurang kirim ini selanjutnya akan dibuatkan berita acara, sebelum nantinya dimusnahkan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan digunakan kembali dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Mendompleng Program Pemerintah untuk Kampanye Harus Dicegah

“Sedangkan untuk pengganti surat suara yang rusak dan kekurangan surat suara, kami langsung berkoordinasi dengan percetakan agar bisa segera dikirimkan ulang ke kami,” paparnya.

Menurut Didik, kegiatan sortir dan lipat surat suara saat ini telah selesai. Di mana dalam dua hari terakhir, yakni Minggu (22/11/2020) dan Senin (23/11/2020), ada 725.317 lembar surat suara disortir dan dilakukan pelipatan dengan melibatkan 80 petugas sortir dan lipat. Dari 80 orang tersebut, 12 orang petugas sortir dan pelipat surat suara diantaranya adalah penyandang disabilitas.

Adapun lokasi sortir dan pelipatan bertempat di dua Gudang KPU dengan menerapkan protokol kesehatan dan dijaga ketat oleh aparat kepolisian, petugas pengawas dari KPU Bantul serta Bawaslu Bantul.

Didik menjelaskan sebanyak 725.317 lembar surat suara yang disortir dan dilipat itu jumlah DPT ditambah cadangan sebanyak 2,5%, selain itu juga ditambah 2.000 surat suara untuk pemungutan suara ulang (PSU).

Baca juga: Semalam, Terdengar 7 Kali Suara Guguran di Merapi

Untuk surat suara, masih kata Didik berukuran 18 cm x 23 cm berbahan dari kertas HVS ketebalan 80 gram dan dicetak full colour.

“Untuk mengantisipasi pemalsuan maka di dalam surat suara diberikan pengamanan berupa mikroteks,” jelasnya.

APD di TPS

Ketua Divisi Teknis KPU Bantul, Joko Santosa menambahkan di setiap TPS nantinya akan mendapatkan beberapa jenis alat pelindung diri yang diperuntukkan bagi KPPS maupun bagi pemilih seperti masker dan sarung tangan sekali pakai.

“TPS juga akan dilengkapi dengan thermo gun [pengukur suhu], baju hazmat, dan disinfektan yang digunakan untuk sterilisasi TPS secara berkala,” katanya.