KPU Gunungkidul Temukan 1.682 Surat Suara Rusak

Warga saat melakukan sortir dan pelipatan surat suara di Kantor KPU Gunungkidul, Kamis (26/11/2020). - Harian Jogja/ David Kurniawan.
26 November 2020 14:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – KPU Gunungkidul menemukan 1.682 surat suara pilkada rusak sehingga tidak bisa dipergunakan. Jumlah ini bisa bertambah karena proses sortir dan pelipatan masih berlangsung.

Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Rulsan Hani mengatakan, proses penyortiran dan pelipatan surat suara dimulai sejak Selasa (24/11) dengan menerjunkan relawan sekitar 100 orang. Hingga Kamis (26/11) pagi, penyortiran sudah mencapai 331.291 surat suara. Total pencetakan surat suara sama denga jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pilkada sebayak 599.850 jiwa. “Jumlah ini masih ditambah cadangan sebanyak 2,5% di setiap TPS. Untuk penyortiran ditargetkan selesai paling lambat besok [hari ini],” kata Hani, Kamis (26/11/2020).

BACA JUGA : Partisipasi Pilkada di Gunungkidul, Sleman & Bantul Harus Naik

Dia menjelaskan, dari surat surat suara yang telah disortir ditemukan kerusakan sebanyak 1.682 lembar. Hani mengakui, jumlah itu masih bisa bertambah karena sortir masih berlangsung. Adanya kerusakan ini, ia mengaku tidak khwatir karena rekanan yang mencetak surat suara siap melakukan penggantian.

“Kami selesaikan dulu sortir dan pelipatannya. Nanti, setelah terakumulasi semua baru dilaporkan untuk dimintakan pengganti,” ungkapnya.

Ditambahkan Hani, untuk proses sortir, KPU menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Selain mewajibkan petugas memakai masker, juga dibuat jarak sehingga tidak menyebabkan terjadinya kerumunan. Ia mengungkapkan, penerapan protokol kesehatan tidak hanya pada saat penyortiran karena sejak tahapan awal hingga akhir akan mengacu anjuran dari Kementerian Kesehatan. “Penerapan protokol kesehatan sebagai upaya memutus mata rantai penularan virus corona,” kata Hani.

BACA JUGA : Daftar ke KPU Gunungkidul, Immawan-Martanty Berpakaian

Anggota KPU Gunungkidul, Asih Nuryanti menyatakan pihaknya sudah menyiapkan Alat Pelindung Diri untuk petugas pemilihan maupun yang digunakan masyarakat sebelum menggunakan hak pilihnya. Beberapa fasilitas ini meliputi handsanitizer, sabun pencuci tangan, cairan disinfektan. Selain itu, ada juga tisu towel sheet, semprotan, tempat air berkran dan ember penampung, pelindung wajah hingga kantong plastik tempat sampah.

Ia mengungapkan, untuk keamanan, KPU juga menyediakan sarung tangan plastik yang diberikan kepada setiap pemilih. Adapun jumlah sarung tangan yang disediakan sama dengan jumlah pemilih dalam Pilkada 2020. “Ini untuk keamanan sehingga setiap pemilih yang akan mencoblos diberikan sarung tangan ini,” katanya.