Tabrak Pembatas, Pemotor Tewas di Jalan Perbatasan Semin-Sukoharjo
Jajaran Polsek Semin mengimbau kepada pengendara terus berhati-hati saat berkendara. Hal ini tak lepas adanya kecelakaan maut di perbatasan dengan sukoharjo.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Bawaslu Gunungkidul memastikan tidak ada pemungutan suara ulang (PSU) di pilkada 2020. Kepastian ini mengacu pada hasil kajian terhadap salah satu dugaan pelanggaran di salah satu TPS di Kapanewon Gedangsari.
Anggota Bawaslu Gunungkidul, Rosita mengatakan, pihaknya sempat menyampaikan kepada Bawaslu RI terkait adanya potensi PSU. Hal ini mengacu adanya salah satu warga luar Gunungkidul yang mencoblos saat pemilihan di TPS di wilayah Gedangsari. “Saat dilaporkan belum ada kajian yang mendalam. Sehingga disebut berpotensi dan itu bisa diulang, tapi bisa juga tidak,” kata Rosita kepada wartawan, Jumat (11/12/2020).
Dugaan pelanggaran ini pun ditindaklanjuti dengan melakukan kajian. Selain itu, bawaslu juga berkoordinasi dengan pengawas di tingkat kecamatan untuk mencari adanya dugaan pelanggaran yang sama. “Setelah koordinasi tidak ada masalah karena kasus warga luar daerah yang mencoblos hanya ditemukan di satu TPS di Kapanewon Gedangsari,” ungkapnya.
Baca juga: Gubernur DIY Sri Sultan HB X Kukuhkan Lurah Kabupaten Bantul
Menurut dia, setelah dikaji dipastikan tidak ada PSU karena surat suara yang tercoblos oleh warga dari luar daerah tidak masuk ke kotak suara. Pasalnya, petugas pengawas TPS sigap dan mengetahui kejadian tersebut. “Tidak dimasukan ke kotak karena surat suara yang tercoblos dinyatakan gugur,” katanya.
Menurut Rosita, kejadian warga luar Gunungkidul bisa mencoblos karena yang bersangkutan mendapatkan surat undangan dari petugas KPPS. Meski demikian, bawaslu tidak menyalahkan petugas yang memberikan undangan karena pemilih bersangkutan masuk ke dalam daftar pemilih tetap pilkada.
“Usut punya usut saat penetapan DPT, warga itu masih jadi warga Gunungkidul. Tapi, setelah itu pindah sehingga tetap tercatat mendapatkan undangan pencoblosan. Beruntung pengawas TPS mengetahui sehingga surat suara tercoblos tidak sampai masuk ke kotak,” katanya.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, proses pelaksanaan pilkada berjalan dengan lancar aman dan damai. Menurut dia, pelaksanaan juga telah memenuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona. “Semua TPS menerapkan protokol kesehatan,” katanya.
Baca juga: Libur Akhir Tahun, Gunungkidul Tanpa Persiapan Khusus
Hani mengungkapkan, tahapan saat ini adalah proses rekapitulasi suara di tingkat kapanewon. Rencananya perhitungan ini sampai Minggu (14/12/2020) dan setelah itu dilanjutkan perhitungan di tingkat kabupaten. “Sekarang sudah mulai perhitungan. Untuk perhitungan di KPU, kami jadwalkan selesai dilaksanakan pada 17 Desember. Tapi, dengan catatan semua perhitungan berjalan dengan lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jajaran Polsek Semin mengimbau kepada pengendara terus berhati-hati saat berkendara. Hal ini tak lepas adanya kecelakaan maut di perbatasan dengan sukoharjo.
Harga Biosolar B50 harus kompetitif agar diminati. Pemerintah targetkan hentikan impor solar mulai Juli 2026.
Prabowo ungkap dugaan demo dibayar. KSP Dudung sebut informasi presiden akurat dan berpotensi ditindak secara hukum.
Isu retaknya hubungan Prabowo dan Jokowi mencuat. Pengamat UNS menilai belum ada konflik terbuka jelang Pemilu 2029.
Prabowo bangga gunakan mobil Maung buatan Indonesia. Meski sempat bocor, jadi simbol kemandirian industri otomotif nasional.
SPMB SMP Gunungkidul 2026 buka jalur domisili 29 Juni. Dinas Pendidikan terapkan aturan cegah kecurangan KK tempel.