Sri Purnomo Ingatkan Pelaksanaan Pilkades Harus Disiplin Prokes

Kegiatan 'Pengarahan Persiapan Pemilihan Lurah Serentak Kabupaten Sleman dan Pembekalan Calon Lurah Tahun 2020' di Gedung Serbaguna, Denggung, Rabu (16/12). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak.
17 Desember 2020 11:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Selama masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes), maka pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) atau Pemilihan Lurah pada 20 Desember mendatang di 49 kalurahan di Sleman tidak akan melahirkan klaster baru Covid-19.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan prokes secara disiplin. Meskipun pelaksanaan Pilkades di Sleman digelar serentak secara e-voting, namun masyarakat di 49 kalurahan harus tetap menerapkan prokes.

BACA JUGA : Pilkades Sleman: Di Rumah Pujaan Hati, di Pilkades Jadi

"Masyarakat, asal komitmen menerapkan protokol kesehatan insyaallah [Pilkades] tidak akan menimbulkan klaster Covid-19," katanya usai kegiatan ‘Pengarahan Persiapan Pemilihan Lurah Serentak Kabupaten Sleman dan Pembekalan Calon Lurah Tahun 2020’ di Gedung Serbaguna, Denggung, Rabu (16/12/2020).

Menurut Sri, pelaksanaan pemilihan lurah secara serentak secara e-voting di Sleman, merupakan yang pertama kali dilakukan di DIY. Dengan cara seperti ini, para pemilih tinggal menekan tombol calon lurah yang dipilih. Dalam hitungan menit (setelah proses pemilihan ditutup), masyarakat akan mengetahui siapa calon lurah yang menang tanpa harus membuka kotak dan surat suara.

"Ini tanggungjawab seluruh jajaran untuk mensukseskan pelaksanaan pemilihan lurah ini. Marilah kita tunjukkan kepada masyarakat luas bahwa Sleman mampu melaksanakan pemilihan lurah secara e-voting dengan baik, terbuka, jujur dan lancar," kata Sri.

BACA JUGA : Pilkades hingga Pelantikan Kades Terpilih di Sleman Digelar

Sri juga berpesan agar seluruh calon yang berkompetisi untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat mencederai pelaksanaan Pilkades. Seluruh calon, diminta untuk menghindari money politic dalam pemilihan lurah. Para calon lurah juga diingatkan agar bersaing secara jujur dan penuh spotivitas.

“Siapapun yang menang sebagai lurah nantinya, saya harapkan dapat melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya," ujar Sri.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Sleman, Budiharjo mengatakan Pemilihan Lurah secara e-voting digelar di 49 kalurahan di 17 kapanewon dengan jumlah TPS sebanyak 1.102 TPS. "Kegiatan pengarahan dan pembekalan ini bertujuan untuk konsolidasi, penyamaan persepsi dan transfer informasi pada calon lurah peserta pemilihan lurah," jelasnya.

Budiharjo menjelaskan Pemilihan Lurah secara e-voting tetap melaksanakan protokol kesehatan. Adapun kesiapan pelaksanaan protokol kesehatan meliputi penyediaan cairan disinfektan dan sabun cuci tangan di setiap TPS, masker, face shield dan sarung tangan sekali pakai bagi KPPS, sarung tangan dan alat oles tinta sekali pakai bagi pemilih serta kantong sampah bagi TPS.

BACA JUGA : 238 Petugas Pilkades Sleman Reaktif Rapid Test

DPMK, lanjutnya, telah melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) bagi SDM yang terlibat langsung pada pemilihan lurah e-voting nanti. SDM tersebut meliputi 1.095 Tim Teknis Lapangan, cadangan Tim Teknis Lapangan 114 orang, Panitia Kalurahan 539 orang dan KPPS 7.717 orang.

"Bagi yang RDT hasilnya reaktif akan dilanjutkan swab test. Jika hasilnya positif covid-19, kami telah menyiapkan petugas cadangan," jelas Budi.