Kisah Udi, Petugas yang Berjalan 12 Km Demi Jalur Kereta Aman Dilalui
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Wisatawan menikmati keindahan Songgo Langit, Mangunan, Bantul, Kamis (6/6/2019).- Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, BANTUL-Kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Mangunan dan sekitarnya menurun dratis di awal tahun 2021 ini. Berdasarkan data dari koperasi Notowono atau wadah pengelola sejumlah objek wisata di Mangunan dan sekitarnya tercatat ada 16.655 orang. Jumlah tersebut akumulasi kunjungan pada 1-2 Januari 2021. Terbanyak Pinus Sari 4.696 orang, Gunung Pengger 4.672 orang.
Kemudian disusul Puncak Becici 3.470 orang, Seribu Batu 2.362 orang, Bukit Panguk 557 orang, Pinus Asri 512 orang, dan Bukit Lintang Sewu 386 orang. "Kalau dibandingkan tanggal yang sama pada 2020 lalu turun sekitar 40 persen," kata Purwo Harsono, selaku ketua koperasi Notowono saat dihubungi Senin (4/1/2020).
BACA JUGA : Bus Wisata Terguling di Tanjakan Mangunan
Sementara kunjungan pada libur awal tahun 2020 mencapai 30.261 orang yang terbanyak di Gunung Pengger 7.436 orang. Kemudian disusul Pinus Sari 9.302 orang, Puncak Becici 6.098 orang, Seribu Batu 4.228 orang, Bukit Panguk 2.251 orang, Pinus Asri 1.249 orang, dan Bukit Lintang Sewu 697 orang.
Purwo Harsono mengatakan penurunan kunjungan wisata ke Mangunan disebabkan karena pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19 yang belum juga usai. Selain itu ditambah lagi dengan adanya pembatasan jam operasional wisata dari Pemda DIY maupun Pemerintah Kabuaten Bantul yang membatasi operasional objek wisata sampai pukul 18.00 WIB.
BACA JUGA : Begini Kondisi Penumpang Bus Wisata yang Terguling
Padahal saat yang sama pengelola wisata tengah menawarkan suasana wisata malam seperti di Puncak Becici, Pinus Pengger, Lintang Sewu, Seribu Batu dan Kedai Nata Damar. Wisata malam tersebut sebenarnya sudah siap untuk menyambut wisatawan pada libur Natal dan Tahun Baru 2021, namun karena pandemi sehingga belum banyak yang mencobanya.
Sebab pihak pengelola juga tidak melakukan promosi besar besaran, "Jadi kenapa kunjungan wisata turun penyebab utamanya tetap pandemi Covid-19," kata Purwo.
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Ipung ini mengatakan selama ini objek wisata Mangunan selain dikunjungi wisatawan domestik juga dikunjungi wisatawan mancanegara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Korea. Pihaknya mulai menawarkan wisata malam karena masa tinggal wisatawan di Bantul masih belum lama.
BACA JUGA : Empat Objek Wisata di Mangunan Dibuka, Jam Buka Berubah
Alasannya karena belum banyak atraksi wisata di malam hari. Karena itulah koperasi Notowono mulai menawarkan wisata malam berikut atraksinya untuk memperlama masa tinggal wisatawan di Bantul. Menurut Ipung adanya wisata malam selain untuk memperlama tinggal wisatawan juga untuk mempertahankan eksistensi objek wisata. Sebab jika hanya mengandalkan spot swafoto wisatawan akan bosan dan enggan kembali ke objek wisata yang sama berkali-kali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Disnaker Sleman mencatat 129 pencari kerja mengikuti Taksi Pekerja pada 2026. Namun, animo masyarakat dalam kegiatan rekrutmen masih minim.
Sebanyak 391 calon jemaah haji Gunungkidul masuk daftar pelunasan 2027. Biaya per orang Rp23,24 juta, masih menunggu aturan pusat.
Pertamina mengembangkan bahan bakar pesawat dari minyak jelantah melalui proyek biorefinery Cilacap yang ditargetkan beroperasi pada 2029.
PSS Sleman memburu tiga poin perdana saat menjamu PSM Makassar. Dominikus Dion mengungkap persiapan fisik, taktik, dan mental tim.
Eks Lurah Garongan Ngadiman menggugat Bupati Kulonprogo ke PTUN Yogyakarta terkait penonaktifan setelah ditetapkan sebagai tersangka pungli.