Danais Diharapkan Bisa untuk Penanganan Covid-19

Anggota Komisi B DPRD DIY Dwi Wahyu. - Ist/DPRD.
05 Januari 2021 11:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—DPRD DIY menyarankan penggunaan dana keistimewaan (danais) untuk mendukung penanganan Covid-19 terutama di sektor kesehatan dan pemulihan ekonomi. Usulan itu disampaikan seiring menurunkan pendapatan daerah karena terdampak pandemi Covid-19.

Anggota Komisi B DPRD DIY Dwi Wahyu menjelaskan akibat Covid-19 pendapatan DIY mengalami penurunan. Sebagaimana tertuang dalam APBD 2021 yang sudah disepakati, bahwa target pendapatan di angka Rp5,7 triliun atau menurun dari target pendapatan 2020 di angka Rp61, trilliun. Pendapatan sektor pariwisata mengalami penurunan antara 40% hingga 50%.

BACA JUGA : Lift Ambrol, Ketua & Anggota DPRD DIY Terjatuh dari Lantai

Tetapi DIY memiliki dana transfer dari pusat yang dinilai tergolong utuh dan tidak mengalami pemangkasan dibandingkan jenis dana transfer lainnya, yaitu danais. Oleh karena itu pihaknya menyarankan agar danais tersebut bisa digunakan untuk menggantikan peran sejumlah pos APBD yang drop.

“Kekuatan anggaran kita harus dievaluasi, tetapi kita punya kekuatan anggaran utuh, [yaitu] danais. Bagaimana danais ini bisa menggantikan peran yang biasanya dibiayai oleh APBD. Kalau dalam menggantikan peran karena APBD drop, pendapatan drop, ada danais, mari kita optimalkan danais ini. Untuk menggantikan peran itu, yaitu kebutuhan kesehatan dan ekonomi yang harus di maksimalkan,” kata Dwi, Senin (4/1/2021).

Politikus PDIP ini mengatakan pada 2021 ini DIY masih mendapatkan jatah danais Rp1,3 triliun. Ia berharap bisa dimaksimalkan penggunaannya termasuk untuk penanganan Covid-19 terutama menggenjot pemulihan ekonomi dan layanan kesehatan. Oleh karena itu perlu adanya evaluasi penggunaannya ke depan dengan menerapkan skala prioritas.

BACA JUGA : DPRD DIY: Penggunaan Danais Jangan Hanya

“Ada lima ruang yang bisa diakses, ada empat yang bisa difokuskan. Mari dioptimalkan, kita rigidkan, di kebudayaan itu apa apakah hanya event saja, atau membuat video saja? Tidak, tetapi semua aktivitas di Jogja itu basisnya adalah budaya, mari kita optimalkan,” ucapnya.