BPPTKG Tegaskan Gundukan Hitam di Puncak Merapi Bukan Kubah Lava Baru

Gundukan material hitam di Gunung Merapi. - Ist/ dok BPPTKG
02 Februari 2021 21:27 WIB Hery Setiawan (ST 18) Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Kepala Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi [BPPTKG] Hanik Humaida memberikan keterangan tertulis ihwal kemunculan gundukan material hitam di Gunung Merapi. Dalam keterangannya, ia menyebut bahwa gundukan itu bukanlah kubah lava baru.

“Berdasarakan hasil pengamatan, material tersebut terlihat tidak berpijar, tidak teramati adanya asap serta tidak adanya tekanan di sekililing material. Kami simpulkan bahwa gundukan material itu adalah material vulkanik yang terbawa oleh aliran awan panas guguran,” terangnya kepada awak media, Selasa (2/2/2021).

Pernyataan Hanik sekaligus membantah informasi yang sempat menjadi perbincangan di media sosial ihwal kondisi Gunung Merapi terkini. Dalam informasi itu diperlihatkan batu hitam berukuran cukup besar di lereng Gunung Merapi yang diduga sebagai kubah lava baru.

Baca juga: Kemenhub Minta Masyarakat Beri Dukungan Pemanfaatan GeNose

BPPTKG terus memantau aktivitas gunung yang pada 2010 meletus hingga memakan korban ratusan jiwa itu. Menurut Hanik, pertumbuhan kubah lava 2021 posisinya sama seperti pada tahun 1997. Menurut catatannya, hingga 25 Januari 2021 pertumbuhannya sudah mencapai volume 157.000 meter kubik. Tiga hari berselang, volumenya tercatat mengalami penurunan sebesar 82.000 meter kubik pasca aktivitas guguran dana wan panas yang cukup siginifikan.

Setelah awan panas meluncur pada 27 Januari 2021, intensitas pertumbuhan kubah lava berada di kisaran 4.000 sampai 5.000 meter kubik per harinya. Menurut Hanik, angka itu cenderung kecil jika dibandingkan dengan kecepatan pertumbuhan kubah lava Gunung Merapi yang biasanya mencapai rata-rata 20.000 meter kubik per hari.