Hujan Semalam Suntuk, Puluhan Rumah dan Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Kulonprogo Kebanjiran

Halaman rumah warga di Dusun Ngipik, Bumirejo, Lendah, Kulonprogo, yang tergenang air, Rabu (10/2/2021). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
10 Februari 2021 12:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Hujan yang mengguyur Kulonprogo semalam suntuk pada Selasa-Rabu (9-10/2/2021) menyebabkan puluhan rumah di Kalurahan Bumirejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulonprogo, tergenang air. Ratusan hektare lahan persawahan di sana juga mengalami nasib serupa.

Salah satu warga, Adi Sudarman, 68, mengungkapkan genangan air mulai terlihat pada Rabu (9/2/2021) sekitar pukul 02.00 WIB. Bermula dari meluapnya sungai kecil yang terletak tepat di depan rumahnya di Dusun Ngipik, Bumirejo, Lendah.

BACA JUGA: 2 Hari, 3 Lokasi di Jogja Longsor, Warga Diminta Terus Waspada

Sungai yang oleh warga setempat dimanfaatkan sebagai saluran irigasi untuk pertanian itu tak mampu menampung air lagi setelah diguyur hujan semalam suntuk.  Luapan itu menimbulkan genangan di pekarangan Adi serta sempat masuk ke dalam rumahnya.

"Iya tadi pagi sempet masuk dalam rumah, saya sampai harus mengungsikan beberapa barang-barang biar enggak basah," ungkap Adi di rumahnya, Rabu pagi.

Adi mengatakan tinggi genangan ketika sungai pertama kali meluap hampir mencapai paha orang dewasa atau sekitar 50 cm. Adapun tinggi genangan yang masuk ke dalam rumah sekitar 5 cm. Akibat genangan ini, warga sementara memilih tinggal di rumah. 

"Sementara mau di rumah dulu nunggu agak surut, mau keluar juga susah, motor aja tidak bisa lewat," ucapnya.

BACA JUGA: Bantul Tak Lakukan Penyekatan Perbatasan saat Libur Imlek

Adi menuturkan peristiwa ini sebenarnya bukan yang pertama. Namun, kali ini genangan paling tinggi dan luas. Sebelumnya genangan hanya mencapai pekarangan, tidak sampai masuk dalam rumah.

Carik Bumirejo Anang Windradiyanto mengatakan genangan merata di lima dusun di Bumirejo, meliputi Kalangan, Cabean, Ngipik, Dukuh dan Tempel. Saat ini, Bumirejo masih mendata kepala keluarga (KK) yang kebanjiran, kemungkinan jumlahnya mencapai puluhan.

“Untuk sementara kondisi sudah terkendali diharapkan genangan ini dapat segera surut dalam beberapa jam ke depan," kata Anang.

Anang menututkan air tak hanya merendam rumah warga, tetapi juga ratusan hektar sawah di kalurahan ini. Adapun total lahan yang terendam itu mencapai 199 hektare. "Air menggenangi lahan padi dan bawang merah, merata di seluruh bulak," ujarnya.

BACA JUGA: Libur Imlek, Destinasi Wisata Gunungkidul Tetap Buka

Anang menjelaskan sawah di Bumirejo terendam banjir karena hujan terus menerus yang diperparah jebolnya tanggul Kali Puton, saluran irigasi untuk pertanian di sana.

"Permasalahannya di Kali Puton, karena sudah ada pendangkalan akhirnya tanggul tak mampu menahan air hingga jebol di empat titik sehingga menggenangi persawahan," ucapnya.

Menurut Anang, tanggul jebol ini merupakan peristiwa tahunan. Dia bersama warga sudah beberapa kali melakukan perbaikan tetapi hasilnya tetap sama. Pemerintah kelurahan juga sudah melaporkan hal ini ke BBWSSO, tetapi sejak 3 tahun belum ada tindak lanjut.

"Sudah tiga tahun mengajukan normalisasi sungai tapi belum terlaksana," kata Anang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, mencatat dampak hujan yang mengguyur Kulonprogo kemarin hingga hari ini telah menyebabkan tanah longsor, banjir dan pohon tumbang. Bencana itu tersebar di 13 lokasi, di antaranya Lendah, Samigaluh, Kokap, Wates, Panjatan dan Temon.

BACA JUGA: BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Ini Wilayah yang Terdampak

Tanah longsor ada di wilayah Kalibiru, Hargowilis, Kokap dan Gerbosari, Samigaluh. Longsoran tanah di sana sempat menutup jalan dan memutus kabel listrik PLN. "Namun saat ini sudah diatasi oleh warga dan tim relawan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Ariadi.

Banjir terjadi di wilayah Lendah, Temon, Panjatan dan sebagian Wates. Rata-rata menggenangi permukiman warga, sawah dan sejumlah sekolah. Untuk saat ini kata Ariadi belum ada laporan kerugian akibat genangan tersebut. Diharapkan genangan bisa segera surut dalam waktu dekat.

“Kami sudah koordinasi dengan Kodim, Polres, PMI, Basarnas dan unsur-unsur terkait, dari kami sudah siapakah perahu dan logistik jika nanti memang dibutuhkan," ujar Ariadi.

Ariadi mengimbau masyarakat untuk waspada mengingat ada kemungkinan cuaca ekstrim masih akan melanda hingga sepekan ke depan. Hal itu berdasarkan prediksi dari BMKG. Kendati begitu ia meminta masyarakat tidak perlu terlalu panik.

"Tetap waspada tapi tak perlu terlalu panik," ucapnya.