Ribuan Pedagang Malioboro Akan Divaksin Covid, Ini Permintaan Sultan

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X - Harian Jogja/Lugas Subarkah
22 Februari 2021 15:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Ribuan pelaku usaha di kawasan Malioboro dan sekitarnya akan mendapat vaksinasi Covid-19 pada 1 Maret 2021. Gubernur DIY, Sri Sultan HB X berharap tidak ada pedagang yang menolak.

"Harapan saya yang muda-muda, janganlah menolak, karena disuntik vaksin ini untuk menumbuhkan imunitas, antibodi pada yang bersangkutan. Jadi bermanfaat untuk dirinya sendiri maupun orang lain," kata Sultan kepada wartawan di Kompleks Kepatihan, Jogja, Senin (22/2/2021).

BACA JUGA: Sebut Pemakaman Covid seperti Pemakaman Anjing, Anggota DPRD Bantul Digeruduk Puluhan Sukarelawan

Vaksinasi Covid-19 tahap kedua di DIY akan dilangsungkan mulai Senin (1/3/2021) yang diawali dengan menyasar 19.897 jiwa, terdiri dari 8.144 pedagang Pasar Beringharjo dan sekitarnya, 2.600 masyarakat sekitar Malioboro dan Alun-alun Utara, serta 9.153 pegawai toko yang ada di kawasan Malioboro. Adapun lokasi vaksinasi dipusatkan di Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, dan Taman Parkir Abu Bakar Ali, Jogja.

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie mengatakan vaksinasi bagi pelaku usaha di Malioboro dan sekitarnya ini ditargetkan rampung dalam sepekan.

Dinkes menerjunkan 140 sebagai vaksinator. Mereka disebar di tiga lokasi, yakni Abu Bakar Ali sebanyak tujuh tim, Pasar Beringharjo enam tim, dan Benteng Vredeburg tujuh tim. Masing-masing tim berisi tujuh petugas yang bekerja dalam dua sif.

"Dalam sehari ditargetkan bisa memberikan vaksin kepada 2.800 orang," ujarnya.

BACA JUGA: Pedagang Malioboro Wajib Divaksin Covid, Pemkot Siapkan Sanksi untuk yang Menolak

Sementara, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja sedang menyiapkan aturan sanksi bagi yang yang tidak mau divaksin Covid-19.

Rencananya sanksi akan dimasukkan dalam peraturan daerah atau peraturan wali kota. “Perda akan dibahas. Kalau tidak mau vaksin, untuk sementara mereka harus menunjukan swab antigen tiga hari sekali sata berjualan,” Kata Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, seusai memimpin rapat koordinasi vaksinasi lanjutan di Balai Kota Jogja, Senin (22/2/2021).

Heroe yang juga Ketua Harian Satgas Covid-19 Pemkot Jogja mengatakan pemberlakuan sanksi penting agar program vaksinasi berjalan lancar demi kepentingan bersama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di Jogja.

Saat ini Pemkot masih fokus melakukan vaksinasi untuk tenaga kesehatan (nakes) tahap pertama termin kedua yang sudah mencapai 69,96% untuk termin kedua atau pemberian dosis kedua untuk nakes. Kemudian tahap kedua pada Maret nanti vaksinasi akan menyasar aparat dan pelayan publik seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI-Polri, pelaku wisata, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para pedagang serta pedagang kaki lima (PKL).

BACA JUGA: Makam Para Bupati Gunungkidul Ditemukan, Pencarian Melibatkan 'Orang Pintar'

Dari hasil pendataan, vaksinasi tahap kedua menyasar 37.000 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 ribuan adalah pedagang pasar Bringharjo, PKL, dan penjaga toko dari mulai tugu sampai Kraton.

Mereka sudah terdata untuk mendapatkan vaksin pada Senin pekan depan. Pemberitahuan vaksinasi sudah dilakukan melalui komunitas masing-masing. “Tinggal datang kalau saat nanti vaksinasi, kami masih nunggu yang belum daftar, karena masih ada beberapa yang belum daftar,” ujar Heroe. “Kalau dosis vaksinnya sudah tersedia di Dinskes DIY.”

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Bringharjo Barat, Bintoro, mengatakan 80% dari total pedagang yang berjumlah sekitar 1.200-an sudah setuju untuk divaksin. Pedagang yang belum setuju, kata dia, khawatir memiliki penyakit bawaan atau komorbid.

Ketua Paguyuban PKL Malioboro Ahmad Yani (Pemalni), Slamet mengatakan ada sekitar 440 PKL di sepanjang Jalan Ahmad Yani kawasan Malioboro yang didata untuk mendapatkan vaksin Covid-19. “Hanya satu dua orang yang enggan divaksin karena khawatir akibat punya penyakit bawaan,” kata dia.