Wali Kota Ingin 2.000 Warga Jogja Divaksin Covid-19 Setiap Harinya

Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad mengikuti program vaksinasi di Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Minggu (21/3/2021). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
20 Juli 2021 21:57 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah kini tengah menggenjot capaian vaksinasi Covid-19 untuk warga Jogja. Tujuannya agar segera terbentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti menyampaikan, estimasi kapasitas pemberian vaksin di Kota Seni yaitu sebanyak 2.000 orang per hari. Pelaksanaan vaksinasi digelar di 18 Puskesmas, 13 rumah sakit, dan dua klinik TNI/Polri.

"Sehingga dengan rata-rata warga orang yang tervaksinasi adalah 14.000 per minggu," kata Haryadi, Selasa (20/7/2021).

Harapannya, pada 17 Agustus 2021 nanti Kota Jogja akan makin mendekati fase herd immunity. Dengan demikian, jika masyarakat sudah memiliki kekebalan, maka penyebaran virus bisa ditekan.

"Kalau herd immunity terbentuk maka virus ini dapat ditekan," ujarnya.

Di sisi lain, Pemkot Jogja melaksanakan program vaksinasi Covid-19 untuk penduduk anak berusia 12 hingga 18 tahun. Vaksinasi ini menyasar para pelajar di sekolah.

"Sasaran vaksinasinya pun tidak hanya bagi penduduk Kota Jogja saja, tapi seluruh siswa, baik yang merupakan penduduk kota maupun luar kota," terangnya.

Dijelaskannya, sampai Sabtu (17/7/2021) total masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin dosis pertama sebanyak 192.984 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.739 orang adalah remaja usia 12-17 tahun.

"Sedangkan untuk dosis kedua, jumlah masyarakat yang telah divaksin adalah sebanyak 105.830 orang. Sehingga total telah dilakukan vaksinasi sebanyak 298.814 penduduk," kata dia.

Pada vaksinasi kali ini, vaksin yang digunakan masih sama dengan yang digunakan ketika vaksinasi pelajar yang digelar di SMAN 1 Yogyakarta beberapa waktu lalu yakni vaksin jenis Sinovac.

"Vaksin Sinovac dari Bio Farma ini sudah menjalani uji klinis yang komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan oleh lembaga verifikasi kesehatan internasional."

BACA JUGA: Masjid Jogokariyan Jogja Sembelih 51 Ekor Sapi dan 46 Kambing. Daging Dibagikan per Jiwa

"Dan telah memperoleh Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM, serta Serifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia," katanya.

Ke depan, pelaksanaan vaksinasi bagi remaja di Kota Gudeg akan digelar di tiap sekolah mulai dari tingkat SMP baik negeri maupun swasta. Rencananya pada periode setelah tanggal 23 Juli 2021 sampai dengan awal Agustus 2021.

Dia mengajak para siswa agar tidak perlu takut divaksin demi melindungi diri sendiri, teman, dan keluarga.

"Dengan divaksin, berarti siswa-siswa sudah menjadi patriot dalam ikut menyelamatkan generasi masa depan bangsa," tambahnya.

Sumber : Suara.com