Pelaku Wisata Pilih Kartu Vaksin daripada Aplikasi

Ilustrasi. - Freepik
30 Agustus 2021 10:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sejumlah pelaku wisata di Bantul mengaku lebih memilih menggunakan kartu vaksin sebagai syarat wisatawan yang datang, daripada aplikasi Pedulilindungi. Alasannya, keberadaan aplikasi Pedulilindungi akan merepotkan mereka. Selain itu, para pelaku wisata di Bantul ini menilai tidak semua wisatawan yang datang memiliki ponsel.

Ketua Koperasi Notowono yang mengelola sejumlah objek wisata di Kapanewon Dlingo Purwo Harsono mengatakan, meski telah ada sosialisasi pemberlakuan aplikasi Pedulilindungi sebagai syarat berwisata, akan tetapi, itu baru sebatas rencana.

BACA JUGA : Penduduk Jogja yang Sudah Disuntik Vaksin Akan Diberi

“Karena pembukaan objek wisata kan baru akan dilakukan setelah 80 persen penduduk DIY tervaksin, ini sesuai dengan keinginan dari Gubernur DIY,” katanya, Minggu (29/8/2021).

Menurut Ipung-panggilan akrab Purwo Harsono, pihaknya dipastikan akan kesulitan dengan penerapan aplikasi Pedulilindungi sebagai syarat berwisata. Sebab, jika ada wisatawan yang tidak menggunakan handphone dan tidak mengunduh aplikasi Pedulilindungi nantinya harus ditolak. “Padahal, kan mereka sudah jauh-jauh datang?, apa ya kami tolak?,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar syarat aplikasi tersebut bisa diganti dengan kartu vaksin. Sebab, dengan kartu vaksin akan lebih simpel penerapannya.  “Jadi tidak usah dibikin ribet. Toh, kami sudah 80 persen divaksin dan telah menerapkan‎ kebersihan, kesehatan, keamanan dan kelestarian lingkungan hidup. Jadi cukup tunjukkan kartu vaksin saja,” imbuhnya.

Hal sama juga diungkapkan oleh pengelola Puncak Sosok Rudi Haryanto. Ia menilai penerapan aplikasi PeduliLindungi akan sulit terealisasi. Sebab, aplikasi Visiting Jogja yang saat ini diberlakukan saja belum sepenuhnya terealisasi.  

BACA JUGA : Kebijakan Sertifikat Vaksin Bisa Tingkatkan Animo Vaksinasi

“Cukup tunjukkan kartu vaksin saja. Akan tetapi, ini nanti juga jadi masalah, karena untuk wisatawan di bawah 12 tahun kan pasti tidak punya kartu vaksin, padahal kan mereka datang ke tempat wisata bersama dengan orang tua mereka. Ini juga harus dipikirkan,” katanya.

Meski memilih kartu vaksin, baik Rudi maupun Ipung mengaku akan mengikuti peraturan yang berlaku. “Intinya kami minta aturannya dibikin simpel,” ucapnya.