Siap-Siap Buka, Ini yang Dilakukan Taman Pintar

09 September 2021 18:37 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Taman Budaya selaku pengelola Taman Pintar tinggal menunggu penyiapan sistem pemindai sebagai alat penapisan bagi wisatawan yang akan berkunjung di masa uji coba pembukaan wisata nanti. Sistem pemindai itu kini tengah dipersiapkan oleh Kemenparekraf bersama Kemenkes sebagai salah satu persyaratan beroperasinya uji coba tempat wisata di masa PPKM level 3.

Kepala UPT Pengelolaan Taman Budaya Retno Yuliani mengatakan sejak 2020 lalu infrastruktur pendukung  pembukaan wisata sebenarnya sudah sangat siap buka. Penerapan CHSE atau Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) pun juga telah diperoleh oleh wahana wisata edukasi itu.

BACA JUGA: Diduga Tertekan, Bocah Kelas VI SD di Tridadi Sleman Gantung Diri

Taman Pintar yang terpilih menjadi salah satu destinasi wisata yang bakal diuji coba di masa PPKM level 3 akan kembali mempersiapkan sarana dan prasarana pelengkap. Pengelola akan kembali mengecek kesiapan berbagai wahana yang sebelumnya lama tidak beroperasi dan memastikan agar layanan yang diberikan termasuk para petugas siap beroperasi di masa uji coba nanti.

Dia menjelaskan, sesuai dengan aturan operasional wisata di masa pandemi, nantinya hanya ada beberapa wahana saja yang dibuka. Wahana wisata air, playgrup atau yang lain masih ditutup terlebih dahulu. Pembatasan kepada pengunjung juga akan diberlakukan. Misalnya di masa normal, Taman Pintar bisa menampung sebanyak 3.000 wisatawan dalam sehari, di masa uji coba nanti kunjungan dibatasi hanya setengahnya yakni di kisaran 1.000-1.500 per hari.

"Kalau aturan yang lalu kan untuk wahana air belum boleh, jadi memang yang air menari, laminer dan playgrup juga belum kami buka. Bioskop juga akan dibatasi dan anak yang di bawah 12 tahun belum boleh. Ini juga sejalan dengan catatan kami bahwa rata-rata segmen yang paling banyak di Taman Pintar itu adalah usia 13-15 tahun. Persentase anak di bawah 12 tahun itu hanya 15 persen," kata dia.

Simulasi dari awal pintu masuk juga telah dipersiapkan. Wisatawan yang berkunjung akan diarahkan untuk memindai kode batang yang tertera di aplikasi Pedulilindungi miliknya. Jika memungkinkan dan memenuhi syarat, pengunjung diperbolehkan masuk. Pihaknya juga akan mengawasi pelaksanaan pemindai di pintu masuk agar tidak menimbulkan kerumunan.

"Jadi kami memang ada arus masuk dan keluar, nanti juga ada petugas check point di beberapa zona itu. Kalau ada kerumunan dan berhenti akan diingatkan, jadi 30 menit itu akan kami simulasikan dengan optimal," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo menyatakan, ada tiga lokasi wisata yang ditetapkan bisa melakukan uji coba operasional di masa PPKM level 3 ini. Ketiganya yakni, Taman Pintar Jogja, Taman Wisata Candi Ratu Boko Sleman, dan Waku Lumbung Culture Resort Bantul. Destinasi wisata yang dipilih itu dinilai paling siap dalam implementasi CHSE maupun fasilitas kelengkapan lainnya.

BACA JUGA: Ini Hasil Temuan KNKT tentang Penyebab Kecelakaan Maut di Jalur Tebing Breksi

Destinasi wisata yang dipilih itu dipastikan pula tidak berada di kawasan blank spot demi keperluan pemindai saat wisatawan masuk ke lokasi tersebut.

"Pengawasan di saat uji coba tetap dilaksanakan. Baik itu dari kami sendiri, masyarakat, dan petugas yang diberikan tanggung jawab," ungkap Singgih.