Pemkab Bantul Usulkan Kenaikan UMK 2022 Sebesar Ini

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih - Harian Jogja/Dok.
18 November 2021 20:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Pemkab Bantul telah menyerahkan usulan nominal UMK 2022 kepada Pemda DIY. Dalam usulan tersebut terjadi kenaikan upah sebesar 4,08 persen dari upah tahun 2021.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menjelaskan bahwa penghitungan upah telah memiliki formula baku. Dalam formula tersebut ada beberapa faktor-faktor pembentuk upah yang menjadi acuan. "Formula itu ditetapkan melalui atau oleh Kemenaker RI. Di antaranya memperhatikan inflasi daerah, pertumbuhan ekonomi, Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di masing-masing daerah," terangnya pada Kamis (18/11/2021).

Faktor inflasi menggunakan indikator inflasi DIY. Dijelaskan Halim hal itu dikarenakan lima Kabupaten/Kota merupakan satu aglomerasi DIY. Inflasi antar Kabupaten dan Kota tidak terjadi perbedaan yang signifikan.

BACA JUGA: Pengumuman Ditunda Sehari, Ini Gambaran UMP DIY Menurut Pemda

"Yang membedakan adalah KHL. Itu ada surveinya yang dilakukan oleh BPS, masing-masing Kabupaten itu berbeda. Jadi nanti itu selisihnya tidak terlalu banyak antara Bantul sama Gunungkidul, Kulonprogo, Kota Jogja, Sleman, itu tidak banyak [perbedaan]," tambahnya.

Disebutkan Halim UMK 2022 Bantul yang direkomendasikan Pemkab Bantul yakni Rp1.916.848 dengan kenaikan 4,08 persen dari tahun 2021. "Bupati hanya merekomendasikan dan soal nanti apakah akan diterima atau diperbaiki oleh tim pengupahan tingkat DIY bersama Gubernur itu saya tidak ngerti," jelasnya.