Libur Natal, Kunjungan ke Malioboro Tembus 7.500 Orang

Suasana kawasan Malioboro, Jumat (24/12/2021) pagi - Harian Jogja/Sunartono.
27 Desember 2021 18:57 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Jogja mencatat kunjungan wisatawan pada akhir pekan lalu di masa libur Natal mencapai 7.500 pengunjung di Malioboro. Puncak kunjungan wisatawan terjadi pada Sabtu (25/12/2021) malam dan jumlah itu disebut hampir mendekati di waktu normal.

"Puncak pada Sabtu malam ada 7.500 an kunjungan, sudah mendekati normal. Di luar pandemi itu bisa mencapai 10.000. Ini sudah mendekati," kata Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Jogja, Ekwanto, Senin (27/12/2021).

Dia menjelaskan, kondisi itu sempat membuat petugas menahan pengunjung untuk masuk ke Malioboro. Pengunjung yang baru datang dengan bus wisata sempat diimbau untuk tidak turun karena kondisi Malioboro yang luar biasa padat. Padahal, ia mengklaim bahwa pihaknya telah memberlakukan aturan durasi dua jam kunjungan dan tiga jam bagi bus wisata.

"Minggu malam itu ada lima bus yang kami tahan. Kita sadari memang animo wisata masyarakat sudah tinggi," katanya.

Ekwanto memprediksi kunjungan ke Malioboro di akhir tahun nanti bakal tetap ramai. Pihaknya masih akan memberlakukan aturan yang demikian yakni berupa pembatasan durasi kunjungan dan menahan wisatawan dari bus wisata jika kondisi Malioboro sudah terlampau padat.

Baca Juga: Mobil TNI Penabrak 2 Sejoli di Nagreg Sering Dibawa Pulang ke Gunungkidul

"Dengan begitu memang cukup efektif, tapi tetap harus kita maksimalkan lagi. Petugas juga kita siagakan," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani menjelaskan, masa libur Natal dan akhir tahun ini pihaknya menyiagakan petugas untuk melakukan tes swab antigen secara acak. Upaya itu dilakukan di tiap akhir pekan dengan menyasar wisatawan dan juga pedagang di area Malioboro.

"Ini sifatnya sampling skrining jadi dilaksanakan pada akhir pekan. Waktu buka yakni Sabtu dan Minggu jam 15.00-17.00 Wib. Itu disitu digabung semua dengan pedagang Malioboro dan juga wisatawan," kata Emma

Dia menyebut, tidak mudah untuk melakukan tes swab antigen kepada para pedagang. Sebab dari 30 an pedagang yang didata oleh pihaknya untuk dilakukan pengetesan hanya belasan saja yang hadir. "Memang tidak mudah karena kalau kita kan menyiapkan pemeriksaan saja dan yang mengkoordinir kita pasrahkan ke UPT Malioboro," ucap Emma.

Tidak hanya tes swab antigen secara acak, pihaknya juga menyiagakan petugas untuk melakukan vaksinasi bagi pengunjung atau wisatawan yang kedapatan belum divaksin. Setiap akhir pekan petugas akan melakukan penyisiran untuk mencegah penyebaran Covid-19 melonjak.