Jadwal KA Bandara YIA Reguler Senin 18 Mei 2026
Jadwal lengkap KA Bandara YIA Senin 18 Mei 2026 dari pagi hingga malam, rute Tugu Yogyakarta dan Wates.
Sri Sultan HB X/Antara-Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, JOGJA - Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengimbau kepada semua pihak agar menaati aturan Pemerintah Pusat terkait dengan larangan penggunaan obat jenis sirup pada anak. Kebijakan ini semata-mata untuk mengendalikan kasus gangguan ginjal akut termasuk di wilayah DIY.
Sultan mengatakan saat ini Pemda DIY masih menunggu proses penelitian yang dilakukan pihak terkait dalam mengungkap penyebab penyakit gangguan ginjal akut yang terjadi pada anak.
Hasil penyebab ini bisa menjadi pertimbangan pemerintah dalam menentukan kebijakan. Mengingat kasus ini tidak hanya terjadi di Jogja namun juga beberapa daerah lain di Indonesia.
Di DIY, kata Sultan, dua anak sudah dinyatakan sembuh dan enam anak masih dirawat di rumah sakit. “Masalahnya kan belum tahu persis sebetulnya penyebab, masih perlu penelitian lebih jauh. Tunggu saja, disebabkan apa dan dengan obat apa atau sekarang hanya berupa sirup saja yang tidak boleh diberikan pada anak,” kata Sultan di Kepatihan, Kamis (20/10/2022).
BACA JUGA: Arsip Digital Mudahkan Pencarian Dokumen Fisik IMB di Jogja
Sultan mengimbau semua pihak sebaiknya mematuhi larangan sementara penggunaan obat sirop pada anak seperti yang diterbitkan oleh Kemenkes. Karena ada dugaan kandungan sirop tersebut menjadi penyebab penyakit gangguan ginjal akut, akan tetapi penyebab pasti masih butuh penelitian.
“Secara teknis tidak tahu, yang lebih tahu dokter, mau mengatakan apa juga susah, sampai sekarang arahan Pusat yang cair jenis sirup tidak boleh diminum, karena dimungkinkan itu penyebabnya, itu harus dipatuhi,” ucapnya.
Kebijakan penggunana sirop masih bersifat sementara sembari menunggu hasil penelitian terkait penyebab penyakit tersebut. Sultan menilai sebelum ada kepastian terkait penyebab maka Pemda DIY juga belum ada langkah konkret yang harus dilakukan. Saat ini hanya melakukan deteksi dini melalui fasyankes dan meminta masyarakat untuk memeriksakan ketika ada gejala mirip gangguan ginjal akut.
“Kami belum bisa melangkah lebih jauh selama tidak diketahui penyebabnya apa. Karena itu diakibatkan apa kan juga enggak tahu, kecuali kalau suaha jelas sebab akibatnya baru kami bisa mengarahkan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA Senin 18 Mei 2026 dari pagi hingga malam, rute Tugu Yogyakarta dan Wates.
Menkeu Purbaya memastikan pembiayaan MBG dan pengadaan alutsista tetap aman dengan defisit APBN dijaga di bawah 3 persen.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Penataan sempadan Sungai Lowanu Jogja dipercepat untuk mencegah longsor sekaligus mendukung wisata kuliner yang aman.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.