DPRD Bantul Minta Pengelola Tambak dan Kolam Ikan Perhatikan Dampak Lingkungan
DPRD Bantul meminta usaha budi daya perikanan memperhatikan pengelolaan limbah agar tidak berdampak pada lingkungan dan warga.
Ilustrasi keracunan/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bantul mengaku sudah terjun ke lokasi untuk mengecek langsung insiden murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang keracunan massal makanan beberapa waktu lalu di wilayah Wukirsari, Imogiri, Bantul.
"Kita langsung berkunjung dan monitoring terkait dengan kejadian tersebut dan Alhamdulillah sudah terkondisi semuanya anak-anak sudah sehat dan sudah masuk sekolah semuanya," kata Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kabupaten Bantul Ahmad Musyadad, Jumat (12/5/2023).
Ahmad menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan MI seluruh Bantul untuk berhati-hati dan mengecek ulang sesaat sebelum memberikan makanan tambahan kepada para murid. Insiden itu diharapkan menjadi yang terakhir terjadi di Bantul.
"Perlu juga koordinasi dengan Puskesmas terkait dengan pengawasan pada makanan sehat di Madrasah," katanya.
Pihaknya juga mengimbau agar ketika ada kejadian seperti kasus keracunan massal itu hendaknya Madrasah segera melaporkan ke dinas terkait sebagai atasan langsung agar segera bisa ditindaklanjuti.
Baca juga: Puskesmas di Sleman Dihujani 7 Tembakan, Polisi Masih Penyelidikan
Ahmad menjelaskan bahwa kejadian keracunan itu terjadi pada Selasa, 9 Mei 2023 sekitar jam 9.20 WIB. Murid saat itu dibagi makanan sehat. Makanannya berupa nasi goreng sosis, sosis solo, roti kukus dan minuman jambu kemasan.
"Sekitar jam 9.20 WIB anak-anak makan. Sekitar jam 9.45 WIB anak pertama ada mual dan muntah. 15 menit kemudian disusul 20 anak muntah muntah," katanya.
Tindakan pertolongan pertama dari guru diberi minum susu putih. Kemudian berangsur membaik. Setelah itu pukul 10.30 WIB pihak sekolah menghubungi Dinkes melalui dan menghubungi Puskesmas Imogiri 1 dan dilakukan tindakan pemeriksaan.
"Ada empat anak yang lemas kemudian dirujuk ke Puskesmas. Setelah dari Puskesmas ke empat siswa sudah boleh pulang dan diberikan obat," ucapnya.
Sementara yang ke 22 anak bergejala ringan dan di hari itu juga sudah berangsur sembuh tidak lagi sakit perut dan pusing. Selanjutnya pada Rabu, 10 Mei 2023 pihaknya juga memantau dari grup. Semua siswa kelas 5b sudah membaik dan sudah terkondisikan.
"Dari pihak madrasah mengadakan kunjungan ke siswa yg berdampak. Dan alhamdulillah sudah membaik semuanya," pungkasnya.
Di hari yang sama sekitar pukul 07.30 WIB - 08.15 WIB diadakan wawancara dari Dinkes Bantul dan Puskesmas Imogiri 1 terkait keracunan massal tersebut. Petugas mengambil sampel makanan dan untuk menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan akan keluar sekitar 14 hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul meminta usaha budi daya perikanan memperhatikan pengelolaan limbah agar tidak berdampak pada lingkungan dan warga.
Jadwal Samsat Bantul Oktober 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, Samsat Keliling, Jempol Si Panda, SABITA hingga Samsat On Sunday.
PAD Gunungkidul dalam APBD Perubahan 2026 naik Rp25,57 miliar menjadi Rp385,966 miliar di tengah pengurangan transfer pusat.
Portugal mengalahkan Norwegia 2-1 di UEFA Nations League dan memastikan lolos ke perempatfinal dengan dua laga fase grup tersisa.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Senin 5 Oktober 2026 tersedia di MPP, lengkap dengan lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 5 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan dan kedatangan tiap stasiun.