Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Bedah Buku Pemberdayaan Tanah Masyarakat, di Selopamioro, Imogiri, Selasa (24/10/2023). /Harian Jogja-Lugas Subarkah.
Harianjogja.com, BANTUL—Program reforma agraria berupa penataan akses atau pemberdayaan tanah masyarakat (PTM) di Kalurahan Selopamioro, Imogiri, Bantul dinilai berhasil membantu perekonomian warga. Namun ke depan, program ini harus mampu menyentuh masyarakat rentan.
PTM dilakukan melalui elektrifikasi lahan tanaman bawang merah, agrowisata dan sejumlah kegiatan lainnya. PTM merupakan salah satu program reforma agraria (selain sertifikasi tanah) meliputi pemberian kesempatan akses permodalan maupun bantuan lain kepada subjek reforma agraria (masyarakat pemegang sertifikat tanah maupun bukan) untuk meningkatkan kesejahteraan mereka berbasis pada pemanfaatan tanah. Di tingkat daerah, PTM dilaksanakan oleh Kantor Pertanahan (Kantah) setempat.
BACA JUGA : Kasus Tanah Kas Desa: Saksi di Dinas Pertanahan DIY Akan Ditambah
Dimulai pada 2021, PTM pertama dilaksanakan di Kalurahan Selopamioro, Imogiri. Kemudian 2022 dilaksanakan di Wukirsari, Imogiri dan 2023 dilaksanakan di Panjangrejo, Pundong.
Salah satu Field Staff Program PTM, Kus Sri Antoro, mengatakan pada PTM di Selopamioro, sebanyak 200 warga menjadi penerima manfaat. Tujuan PTM ini agar tanah tidak mudah lepas dan bisa dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi warga.
“Ke depan terpenting bagaimana program ini bisa diakses sebanyak mungkin masyarakat terutama dari kelompok rentan seperti masyarakat difabel, kelompok berbasis gender atau mereka yang tidak punya tanah,” kata Kus Sri Antoro dalam Bedah Buku Pemberdayaan Tanah Masyarakat, di Selopamioro, Imogiri, Selasa (24/10/2023).
Kemudian yang menjadi catatan yakni penentuan lokasi PTM yang belum sesuai sasaran. “Selama ini lokasi penataan aset belum menyasar kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Banyak yang mengalami krisis lingkungan, kerawanan pangan dan bencana, kerentanan energi, kemiskinan ekstrem, termasuk konflik struktural agraria,” kata dia.
Kepala Kantor Pertanahan Bantul, Teguh Triastono, berharap melalui PTM ke depan bisa lebih maju lagi. “Harapannya tidak hanya di Selopamioro, tapi di kalurahan lain,” kata dia.
Salah satu petani Selopamioro, Tugimin, mengatakan salah satu program PTM yang sangat terasa manfaatnya yakni hasil kerja sama BPN dengan PLN, yakni elektrifikasi pertanian. “Sebelumnya pakai disel biaya operasional Rp858.000. Setelah menggunakan listrik, kami isi pulsa Rp170.000 untuk masa tanam pertama, masih sisa. Sangat irit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Lionel Messi pensiun dari Timnas Argentina. Nomor 10 masih kosong dan AFA belum menentukan siapa penerusnya setelah laga perpisahan.
Wayne Rooney menolak menerima gelar Liga Inggris jika Man City dicabut. Ia justru mendukung hukuman degradasi dan pembatasan belanja.
OpenAI meluncurkan Dots, agen AI berbasis GPT-6 Astra yang bisa bekerja mandiri 24 jam dan terhubung dengan lebih dari 4.000 aplikasi.
Harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian hari ini, Rabu 30 September 2026, turun. Cek harga jual dan buyback lengkap semua ukuran.
Menikmati suasana senja hingga gemerlap lampu Kota Yogyakarta dari ketinggian dapat menjadi pengalaman menarik untuk menggelar berbagai acara privat