Libur Panjang Dongkrak Wisata Sleman, Merapi-Prambanan Jadi Primadona
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Warga Bayen, Purwomartani, Kalasan berdemo di depan makam terdampak Tol Jogja-Solo menuntut kejelasan relokasi makam warga pada Rabu (7/2/2024)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Pengembang proyek jalan tol Jogja-Solo memastikan makam-makam yang terdampak tol akan dipindahkan sesuai dengan mekanisme yang ada.
Pembangunan jalan bebas hambatan penghubung Jogja-Solo tidak akan serta merta menerabas makam tanpa berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Manajer Humas PT Jasamarga Jogja Solo, Rachmat Jasiman menegaskan dalam pembangunan jalan tol, makam yang terdampak akan dipindahkan sesuai mekanisme yang ada. Tetapi dalam proses pemindahan makam, ada sejumlah mekanisme maupun tahapan yang kudu dilalui.
Namun, aktivitas konstruksi dipastikan tidak akan menyentuh makam bila belum ada pemindahan atau relokasi sebelumnya. Oleh karena itu, warga tidak perlu risau tentang nasib makam-makam yang terdampak proyek Tol Jogja-Solo.
"Untuk hal tersebut [pemindahan makam] ada mekanisme dan SOP-nya. Kami tidak semata-mata melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Kami harus mengikuti aturan aturan yang berlaku," kata Rachmat, Selasa (20/2/2024).
Apalagi dalam pemindahannya, status tanah makam juga turut dipertimbangkan. Makam yang berdiri di atas tanah wakaf tentu berbeda mekanismenya dengan makam yang berdiri di atas tanah kasultanan.
Pada kasus tanah makam berstatus Sultan Grond, ada mekanisme tersendiri yang kudu dipenuhi dalam pemindahannya. Termasuk ketika terdampak pembangunan tol, tanah tersebut harus menjalani appraisal.
"Iya betul, untuk tanah-tanah tersebut kami harus berkoordinasi dengan pihak pihak terkait. Karena kami juga tidak mau melanggar hal tersebut," tegasnya.
Sejauh ini, Rachmat menjelaskan hal-hal yang menyangkut penggunaan tanah kasultanan masih berproses di Panitikismo. "Update terakhir yang kami terima masih di sana, masih di Panitikismo," lanjutnya.
Sama halnya untuk tanah terdampak tol di Bayen, Purwomartani, Kalasan. Pemindahannya masih terus berproses dan dalam tahap pembahasan. "Di daerah tersebut masih terus berproses, masih dalam pembahasan-pembahasan," tegasnya.
Sebelumnya, ratusan warga Bayen, Purwomartani, Kalasan sempat menggelar unjuk rasa di salah satu makam terdampak tol pada Rabu (7/2/2024).
BACA JUGA: Tuntut Kejelasan Relokasi Makam Terdampak Tol Jogja-Solo, Warga Bayen Gelar Demo
Sembari membentangkan spanduk bertuliskan Kami Warga Bayen Menolak Pembangunan Jalan Tol Di Wilayah Dusun Bayen Sebelum Ada Pemindahan Makam, warga menyampaikan aspirasinya. "Pada intinya bertujuan [agar] ada perhatian khusus dari pihak panitia tolnya. Jadi biar ada kejelasan," kata Dukuh Bayen, Mukti Sukamdani.
Aksi ini didasari akan kekhawatiran warga yang takut makamnya tidak dipindah atau malah diterabas jalan bebas hambatan penghubung Jogja-Solo tersebut. Karenanya, warga meminta kejelasan tentang rencana relokasi dua makam itu.
"Kalau warga itu enggak terlalu banyak menuntut. Intinya ada kejelasan makamnya dimana, yang jelas tidak ada konflik-konflik yang nanti terjadi setelah nanti makam yang baru itu ada. Jadi harus ada persetujuan dengan tanah kanan kirinya [makam baru] juga," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Canva resmi menghadirkan fitur Canva Offline yang memungkinkan pengguna tetap edit desain tanpa koneksi internet.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.