Advertisement
BEDAH BUKU: Warga Diajak Manfaatkan Pangan Lokal untuk Penuhi Gizi Anak
Agenda bedah budu berjudul Mendukung Pertumbuhan Anak Ideal dengan Gizi Sehat Atasi Stunting yang digelar di Pedukuhan Jongke Lor, Kalurahan Sendangadi, Kapanewon Mlati, Sleman, Kamis (29/8/2024). - David Kurniawan
Advertisement
SLEMAN—Wakil Ketua DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pangan lokal untuk memenuhi gizi anak.
Hal ini disampaikan saat menjadi pembicara dalam bedah buku berjudul Mendukung Pertumbuhan Anak Ideal dengan Gizi Sehat Atasi Stunting di Pedukuhan Jongke Lor, Kalurahan Sendangadi, Kapanewon Mlati, Sleman, Kamis (29/8/2024).
Advertisement
“Bonus demografi harus dimanfaatkan untuk mewujudkan Indonesia maju. Tapi, kalau generasi mudanya harus dipersiapkan dan ini bisa dilakukan memanfaatkan yang ada di sekitaran rumah,” kata Anton.
Menurut dia, untuk mencetak generasi muda yang unggul harus dipersiapkan dengan benar. Salah satunya dengan memenuhi kebutuhan gizi anak. “Salah satunya susu. Ini sangat baik untuk pertumbuhan dan meningkatkan kecerdasan anak,” katanya.
Pemenuhan gizi juga didukung dengan asupan makanan lainnya seperti ikan nila, lele atau kembung. Menurut dia, lele, nila dan kembung memiliki kandungan gizi yang tinggi. Bahkan, kandungannya lebih tinggi dari ikan salmon yang didatangkan dari luar negeri.
“Salmon mahal karena harus didatangkan dari luar negeri. Untuk lele dan nila bisa dipelihara di sekitar rumah, maka harus dimanfaatkan karena hasilnya akan bagus untuk pertumbuhan anak,” katanya.
Di sisi lain, pemanfaatan pekarangan rumah tidak hanya untuk kolam ikan, tapi juga bisa dipergunakan untuk budi daya tanaman pangan dan sayuran. Anton mengakui ada program dari Pemda DIY maupun pemerintah kabupaten/kota yang bisa diakses untuk program ini.
“Kalau di sekitar rumah ada sayuran, maka tidak perlu beli karena tinggal memetik sehingga bisa saling melengkapi untuk memenuhi asupan gizi pada anak,” katanya.
Untuk paduan dalam mendukung pertumbuhan anak ideal bisa belajar dari buku yang diberikan dalam acara bedah buku. Pelaksanaan bedah buku ini tidak hanya untuk memberikan pemahaman dalam upaya mengasuh anak, tapi juga sebagai sarana meningkatkan budaya literasi di DIY. “Peringkat budaya baca di DIY terbaik di Indonesia, tapi masih butuh ditingkatkan,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua Tim Bedah Buku Dinas Perpustakaan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Sri Wahyudi.
Menurut dia, program bedah buku merupakan kerja sama antara DPAD dan DPRD DIY. Tujuan utama penyelenggaraan untuk meningkatkan budaya literasi di masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan ini dilaksanakan di seluruh wilayah DIY. “Buku ini bisa menjadi panduan untuk belajar bagi peserta yang ikut dalam kegiatan bedah buku,” katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement








