Mete Gunungkidul Pernah Tembus Kanada, Kini Bidik Pasar Nasional
Mete Kaligayam, Semin, Gunungkidul, pernah diekspor ke Kanada pada 2016. Kini pemasarannya menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia.
Sejumlah petugas memeriksa dan mengevakuasi sapi yang mati mendadak milik Jumiyo di Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Kamis (27/6/2019)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul mencatat ada 20 ekor ternak yang mati karena terinfeksi antraks. Temuan ini berada di Kalurahan Tileng Girisubo dan Bohol di Kapanewon Rongkop dan terjadi dalam rentang waktu Februari-Maret 2025.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan, kasus temuan antraks pertama kali terjadi di Kalurahan Tileng, Girisubo di awal Februari. Didalam perkembangannya, ada temuan kasus lain di Kalurahan Bohol, Rongkop.
BACA JUGA: Suspek Antraks Ditemukan di Tileng Girisubo
“Kalau ada kaitannya tidak di dua wilayah ini, maka harus dilakukan kajian sera lebih mendalam. Tapi, kemungkinan tersebut bisa karena dari lokasi kasus pertama ada peristiwa penyembelihan bangkai sapi untuk kemudian dipindahtempatkan sejauh satu kilometer sehingga darah dari penyembelihan bisa memicu penularan yang lebih banyak,” kata Wibawanti kepada wartawan, Selasa (8/4/2025).
Sejak ditemukan kasus pertama di Kalurahan Tileng yang diikuti temuan di Kalurahan Bohol, hingga akhir Maret ada temuan ternak mati sekitar 20 ekor. Upaya pengecekan telah dilakukan dengan pengambilan sampel dan dinyatakan positif antraks.
Hasil dari penyelidikan di lokasi kejadian, penyebaran antraks tidak lepas adanya kegiatan penyembelihan bangkai ternak yang mati secara mendadak. Oleh karena itu, Wibawanti mengimbau kepada Masyarakat untuk mengubur ternak yang mati karena proses penyembelihan berpotensi menularkan penyakit ke hewan ternak lainnya hingga manusia.
“Alasannya agar tidak rugi terlalu banyak, tapi penyembelihan bangkai hewan tidak dibenarkan. Jadi, kalau mati harus langsung dikubur untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit,” katanya.
Ditambahkan dia, upaya penanggulangan antraks telah dilakukan. Di lokasi-lokasi temuan kasus sudah dilakukan sterilisasi cairan disinfektan sebanyak tiga kali.
Selain itu, juga ada upaya memberikan edukasi ke Masyarakat untuk tidak menyembelih bangkai hewan yang mati secara mendadak. “Kami juga sudah melakukan penyuntikan anti biotik hewan ternak di sekitar lokasi,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih meminta agar kasus penyebaran antraks harus ditangani secara maksimal. Hal ini sebagai bentuk komitmen dan memberikan rasa aman bagi peternak di Bumi Handayani.
“Gerak cedpat harus dilakukan untuk penanganan sehingga jumlah kasus bisa dihentikan. Saya minta kepada peternak agar tidak khawatir karena pemkab berkomitmen dalam upaya pencegahan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mete Kaligayam, Semin, Gunungkidul, pernah diekspor ke Kanada pada 2016. Kini pemasarannya menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia.
Rambut rontok saat disisir merupakan bagian dari siklus alami. Ketahui jumlah yang masih normal dan tanda kerontokan yang perlu diperiksa.
Susan Sarandon dan Hannah Einbinder ditangkap saat demo menolak Netanyahu di dekat Markas PBB New York. Simak kronologi aksinya.
Cara berhenti langganan Meta One agar tidak diperpanjang otomatis. Simak langkah membatalkan lewat WhatsApp, App Store, dan Google Play.
Cek harga emas Pegadaian Jumat 25 September 2026 untuk Antam, UBS, dan Galeri24 lengkap dengan harga jual serta buyback berbagai ukuran.
Ban mobil retak rambut bisa dipicu usia, UV, tekanan angin, hingga penyimpanan. Kenali retakan yang masih dangkal dan tanda ban harus diganti.