Ada Kubah Lava Baru di Merapi, Pendaki yang Nekat Bakal Disanksi

Foto kubah lava baru Merapi - Ist/BPPTKG
20 Agustus 2018 20:00 WIB Irwan A Syambudi Sleman Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, SLEMAN- Jalur Pendakian Gunung Merapi telah ditutup sejak berstatus waspada. Aktivitas terbaru Gunung Merapi telah terjadi pembentukan kubah lava baru, oleh karena itu jalur pendakian Merapi benar-benar disterilkan demi keamanan.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Akhmadi mengatakan Jalur pendakian Selo sampai Sapuangin masih ditutup. Karena radius tiga kilometer dari puncak masih harus disterilkan. Pihaknya pun memastikan bahwa tidak ada pendaki yang nekat untuk mendaki.

Lanjutnya lagi jika ada pendaki yang ngeyel mendaki hingga puncak Merapi maka pihaknya tak segan untuk melakukan tindakan. "Kalau [pendaki] nekat [naik puncak Merapi] untuk menjadi catatan kami selama dua tahun tidak boleh naik Gunung Merapi," kata dia, Senin (20/8/2018).

Mereka yang nekat akan masuk dalam daftar hitam pendaki di Gunung Merapi. Namun untuk di gunung lain pihaknya tidak memiliki wewenang karena setiap kawasan terdapat instansi yang memiliki kebijakannya masing-masing.

Akhmadi menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada pendaki yang naik ke puncak Gunung Merapi selama gunung tersebut berstatus waspada. Hanya saja pernah ada pendaki yang hendak naik namun dengan tegas diperingatkan saat sampai di pos.

Sebelumnya diberitakan Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY mengungkapkan fakta baru terkait dengan aktivitas Merapi. Kepala BPPTKG DIY, Hanik Humaida mengatakan bahwa ada kubah lava baru di puncak Merapi. Kubah lava tersebut memiliki panjang sekitar 55 meter, lebar 25 meter persegi, dan tinggi 5 meter dari permukaan kubah yang terbentuk 2010.

Kubah tersebut diperkirakan muncul sekitar 11 Agustus lalu. "Pembentukannya diawali dengan kejadian embusan besar 11 Agustus sekitar pukul 08.00 WIB terjadi gempa embusan besar. Gemuruh terdengar oleh warga Deles [Kabupaten Klaten]," kata Humaida.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia