BP Tapera Tebar Rp8,83 Triliun Buat Pejuang KPR, Ini Realisasinya
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, KULONPROGO--Produksi kakao di Kulonprogo hanya mampu dijual langsung dan belum bisa dimaksimalkan pengolahannya. Di Kalibawang yang menjadi sentra tanaman kakao, hanya ada satu rumah produksi saja yang mampu mengolah kakao menjadi beragam produk olahan.
Petani kakao di Dusun Slanden, Desa Banjaroya, Kalibawang, Johan Salbiantoro yang juga sebagai Sekretaris Kelompok Tani Ngudi Rejeki, Kalibawang
mengatakan, produksi kakao di Kalibawang cukup tinggi. Bahkan kualitasnya pun dianggap bisa bersaing dengan kakao lainnya di luar Kulonprogo.
"Terkadang ada dari Perancis Korea yang mengambil sampel kakao dari sini, nantinya di sana diolah lagi," ujarnya pada Harianjogja.com, Jumat (26/4/2019).
Setiap panennya ia memisahkan antara kakao yang mempunyai kualitas bagus dengan kualitas yang ada di bawahnya. Ketika kualitasnya sedang tidak bagus, ia hanya menjual kakao di pasar lokal saja.
Di kelompok taninya, dalam sepekan bisa terkumpul sampai 80 kilogram kakao yang siap dipasarkan. Harga kakao ketika sedang dalam kualitas bagus bisa terjual sampai Rp40.000 per kilogram. Sedangkan apabila kualitas kakao sedang tidak bagus maka hanya terjual Rp25.000 per kilogram.
"Biasanya kalau saat musim hujan, buah kakao kualitasnya tidak bagus, banyak juga terserang hama, produksinya juga turun. Kalau produksi baik itu di Juni sampai Oktober," jelas Johan.
Menurutnya, produksi kakao Kulonprogo sangat potensial untuk dikembangkan. Namun, sayangnya belum banyak rumah produksi yang mengolah lagi kakaonya di Kulonprogo. "Di Kalibawang ini sentranya tanaman kakao, tapi rumah produksinya paling hanya satu saja," kata Johan.
Kelompok Wanita Tani (KWT) Pawon Gendis merupakan rumah produksi cokelat di Kalibawang yang mengolah kakao asli Kalibawang menjadi cokelat. Ketua KWT Pawon Gendis, Dwi Martuti Rahayu mengatakan, dengan mengolahnya menjadi cokelat, ia mendapatkan nilai tambah.
Dalam sebulan, ia membutuhkan kakao dari petani sampai 70 kilogram. Sementara, omset bisa ia dapatkan dalam sebulannya sampai Rp10 juta. Namun, menurutnya, dalam mengembangkan produk kakao itu, harus ada inovasi agar punya pangsa pasar tersendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
KPK mengawasi program Makan Bergizi Gratis agar bebas korupsi. Anggaran MBG 2026 mencapai Rp268 triliun dan jadi sorotan.
Kemeriahan Laki Code kemudian ditutup dengan special performance dari DJ Paws dan Los Pakualamos yang memukau dari panggung utama
UII mengecam penangkapan relawan dan jurnalis dalam misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza, termasuk alumnus UII asal Indonesia.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 20 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Lamine Yamal menargetkan rekor sebagai pemain Spanyol termuda yang mencetak hat-trick di Piala Dunia 2026 bersama La Roja.