180 Komunitas Motor di Jogja Ramaikan Road to MotoGP Mandalika 2026
Sekitar 180 komunitas motorsport Jogja mengikuti Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui konvoi dan Watch Party AustrianGP.
Ilustrasi kemarau di ladang pertanian/Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, JOGJA- Kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang dibandingkan tahun lalu. Selain lebih kering, musim kemarau diperkirakan mundur satu hingga dua dasarian.
Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogja, Reni Kraningtyas mengatakan berdasarkan analisa BMKG, kemarau tahun ini diperkirakan mundur satu hingga dua dasarian. "Penyebabnya saat ini ada fenomena El Nino kategori lemah sehingga menyebabkan musim kemarau untuk wilayah DIY umumnya mundur," katanya kepada Harian Jogja, Kamis (15/8/2019).
Kondisi tersebut, kata Reni, menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kekeringan lebih panjang. Beberapa titik berpotensi mengalami kekeringan lebih dari 60 hari terjadi di empat kabupaten. Di Kabupaten Bantul (Bambanglipuro, Banguntapan, Bantul, Dlingo, Imogiri, Jetis, Kasihan, Kretek, Pajangan, Pandak, Piyungan, Pleret, Pundong, Sanden, Sewon), Gunungkidul (Girisubo, Karangmojo, Ngawen, Nglipar, Patuk, Playen, Ponjong, Purwosari, Rongkop, Saptosari, Semanu, Tanjungsari, Tepus, Wonosari).
Di Kulonprogo kekeringan ekstrim melanda kecamatan Kalibawang dan Pengasih sementara Sleman meliputi Maguwoharjo, Berbah, Cangkringan, Depok, Gamping, Kalasan, Minggir, Moyudan, Ngemplak, Pakem, Prambanan, Seyegan, Sleman, Turi, Tempel). Daerah tersebut mengalami kekeringan meteorologis atau berkurangnya curah hujan dari keadaan normalnya. "Ini daerah-daerah yang lama tidak mendapatkan hujan di atas 60 hari," katanya.
Reni menambahkan, berdasarkan data BMKG sebagian wilayah di DIY akan memasuki musim hujan pada Oktober dasarian tiga atau sekitar akhir Oktober. Untuk sebagian wilayah seperti di Sleman dan Kulonprogo dan wilayah umumnya di DIY, musim hujan diperkirakan terjadi pada November. "Untuk puncak kemarau tahun ini terjadi pada Agustus ini. Secara umum dampak El Nino tidak terlalu dikhawatirkan tetapi menyebabkan musim tanam ikut mundur," katanya.
Sebelumnya, BPBD DIY mencatat hingga Agustus ini bencana kekeringan berpotensi dialami 45.000 warga di 127 desa dari tiga kabupaten. Bencana kekeringan paling banyak dialami masyarakat Gunungkidul. Di wilayah ini, potensi bencana melanda 72 desa dengan jumlah terdampak sebanyak 38.456 Kepala Keluarga (KK). Di wilayah Kulonprogo bencana kekeringan melanda 24 desa dan berdampak pada 5.426 KK sementara di Bantul tercatat 10 desa terdampak dengan jumlah 1.288 KK.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekitar 180 komunitas motorsport Jogja mengikuti Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui konvoi dan Watch Party AustrianGP.
Daftar terbaru Kabinet Merah Putih usai reshuffle 1 Oktober 2026, termasuk menteri, wamen, menko, Kapolri, dan pejabat baru.
Media Malaysia menyoroti tambahan waktu Indonesia vs Bangladesh yang berujung dua gol penentu dan membawa Garuda ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
Hasil FP1 Moto3 Jepang 2026: Ryusei Yamanaka tercepat, sedangkan Veda Ega Pratama finis di posisi ke-16.
Bedah buku 1001 Tanya untuk Wakil Rakyat di Bantul mendorong masyarakat memahami kerja legislatif dan aktif mengawasi kinerja wakil rakyat.
Irlandia 2-2 Austria di Nations League. Troy Parrott mencetak brace sebelum Austria bangkit lewat Prass dan Gregoritsch.