Mengapa Jogja Masih Panas & Kapan Hujan Turun Lagi? Ini Penjelasan BMKG

Ilustrasi - Antara
28 November 2019 16:07 WIB Salsabila Annisa Azmi Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Awal musim hujan di DIY yang semula diprediksi akan jatuh pada akhir November kembali mundur. Curah hujan merata baru muncul pada pertengahan Desember nanti.

Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Jogja Etik Setyaningrum menjelaskan kemunduran tersebut disebabkan angin Monsoon Asia terlambat masuk ke wilayah DIY. Keterlambatan angin Monsoon masuk ke DIY menyebabkan sulitnya penguapan air laut untuk pembentukan awan hujan.

Apalagi, Etik menjelaskan, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) atau interaksi laut-atmosfer yang terjadi di Samudera Hindia. saat ini masih positif. Artinya, musim hujan bulan ini masih bersifat kering dan hal tersebut mengakibatkan penurunan curah hujan di DIY.

“Diprediksi akhir November hujan sedikit demi sedikit sudah mulai meningkat dibandingkan dengansebelumnya, di awal awal musim hujan ini memang secara keseluruhan hujan yang terjadi masih dalam kategori rendah,” kata Etik, Kamis (28/11/2019).

Etik mengatakan hujan deras yang merata dan turun hampir setiap hari di DIY diprediksi terjadi pada pertengahan Desember nanti. Curah hujan yang merata di DIY akan lebih dahulu turun di wilayah DIY bagian utara, kemudian bagian tengah. Gunungkidul yang merupakan DIY bagian selatan akan mengalami curah hujan merata mendekati puncak musim hujan.

Etik mengatakan puncak musim hujan akan terjadi pada Januari hingga Februari 2020. Pada bulan-bulan tersebut DIY akan mengalami curah hujan yang sama dalam satu dasarian (10 hari), dengan curah hujan lebih besar daripada 50 milimeter. Kondisi ini akan terus terjadi selama dua dasarian berikutnya secara berturut-turut.