Hari Ini, Kulonprogo Gelar Pemilihan OSIS Serentak

Foto: Seorang guru tengah memberikan hak suaranya dalam kegiatan Pemilihan OSIS di SMA N 1 Lendah, Kapanewon Lendah, Kulonprogo, pada Kamis (1/10/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
01 Oktober 2020 13:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Ratusan sekolah tingkat SMP dan SMA/SMK sederajat di Kulonprogo mengadakan Pemilihan OSIS (Pemilos) serentak, pada Kamis (1/10/2020). Pemilihan yang dilakukan secara daring ini merupakan bagian dari program sosialisasi tentang politik dan demokrasi bagi pemilih pemula yang diinisiasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulonprogo.

"Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan budaya demokrasi sejak dini bagi pelajar tingkat SMP sampai dengan SMA sederajat yang nantinya bakal menjadi pemilih pemula dalam Pemilu mendatang," kata Ketua KPU Kulonprogo, Ibhah Muthiah, di sela-sela pembukaan Pemilos 2020 di Command Room Center, Kompleks Pemkab Kulonprogo, Kamis pagi.

Dalam pelaksanaannya, KPU Kulonprogo menggandeng Pemkab, Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) dan Kementrian Agama (Kemenag) setempat. Pemkab dalam hal ini Dinas Komunikasi dan Informatika, menyediakan aplikasi JendelaKu yang digunakan sebagai media bagi siswa untuk memilih calon ketua dan wakil OSIS. Sementara, Balai Dikmen dan Kemenag mengkoordinasikan sekolah-sekolah di bawah naungannya demi kelancaran kegiatan ini. Tugas serupa juga dilakukan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).

Ibhah mengatakan kegiatan pemilos serentak ini diikuti oleh sedikitnya 27.000 siswa. Mereka berasal dari 113 sekolah di Kulonprogo, dengan rincian 60 tingkat SMA, SMK dan Madrasah Aliyah sederajat serta 53 tingkat SMP dan MTs sederajat. Sebelum pelaksanaan, masing-masing panitia di tingkat sekolah sudah mengikuti pelatihan secara online yang langsung dimentori oleh jajaran KPU Kulonprogo. Sekolah lalu mengirim daftar pemilih sementara (DPS) untuk kemudian divalidasi menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT). Proses pemilihan yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan 13.00 WIB ini menggunakan aplikasi JendelaKu.

"Pemilih login di aplikasi tersebut, lalu memilih calon yang sudah ditetapkan," ucapnya. Calon ketua dan wakil ketua OSIS di masing-masing sekolah sebelumnya juga sudah melakukan kampanye dan penyampaian visi misi secara daring.

Baca Juga: Bawaslu DIY Bentuk Pokja untuk Cegah Penularan Covid-19

Terpisah, Kepala SMA N 1 Lendah, Sugiyanto, mengatakan kegiatan pemilos di sekolahnya diikuti oleh 596 siswa. Menurutnya penyelenggaraan pemilos ini berjalan lancar meski ada perbedaan yang cukup signifikan, yaitu di tata cara memilih.

Pada tahun-tahun sebelumnya, sekolah yang memang rutin menggelar pemilos ini melaksanakannya dengan cara pemilihan langsung selaiknya pemilihan umum. Namun kali ini proses pemilihannya menggunakan sistem online karena digelar di tengah masa pandemi Covid-19.

"Kalau di sini pemilos itu merupakan agenda tahunan, jadi bukan hal baru, cuma memang untuk teknis pemilihannya yang baru, yaitu lewat online. Meski begitu, penyelengaraan pemilos di sini lancar-lancar saja," ucap Sugiyanto.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Waralaba Dikeluarkan Pemkab Bantul, Hanya Satu yang Berdiri

Dibandingkan sekolah lain, penyelenggaraan pemilos di SMA N 1 Lendah cukup berbeda. Sebab guru-guru di sekolah ini juga menjadi pemilih dalam gelaran tahunan tersebut. Hanya saja, khusus untuk guru, proses pemilihannya dilakukan secara langsung di sekolah, bukan melalui sistem online. Adapun guru di SMA ini yang ikut pemilos sebanyak 55 orang.

"Ya memang untuk guru kami libatkan jadi pemilih, mengingat OSIS merupakan mitra guru, yang mana harus ada kerjasama yang baik tatkala nanti ketua OSIS terpilih," jelasnya.

Kendala Aktivasi Akun

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Koordinator Administrasi Pemilos SMA 1 Lendah, Aryo Setyaji, mengatakan pihaknya telah melakukan persiapan yang matang agar gelara pemilos berjalan lancar. Namun demikian, diakuinya masih ada sejumlah kendala yang menghinggapi gelaran ini. Kendala itu di antaranya sulitnya siswa melakukan aktivasi akun pemilh di aplikasi yang disediakan Pemkab.

Walhasil dari total 596 pemilih di SMA N 1 Lendah, 140 di antaranya kemungkinan besar tidak bisa mengikuti kegiatan tersebut karena masalah aktivasi akun. "Terhadap 140 pemilh itu kita masih nunggu keputusan KPU Kulonorogo dan Diskominfo Kulonprogo, semoga nanti bisa terselesaikan," harapannya.