Uji Coba Pembukaan Sekolah di DIY Dinilai Sukses

Para peserta didik sedang melakukan kegiatan dalam PTM hari pertama di SMKN 1 Jogja, Senin (19/4/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
06 Mei 2021 14:47 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY memastikan protokol kesehatan sudah dijalankan di sembilan sekolah yang menjadi percontohan penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) sehingga PTM bisa diperluas ke sekolah lain.

“Dari hasil evaluasi, PTM tidak ada kendala berarti dan bisa ditiru sekolah lain,” kata Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya, Kamis (6/5/2021).

BACA JUGA: Penyekatan Dimulai, Sejumlah Mobil Diminta Putar Balik di Bantul

Didik mengatakan sudah banyak sekolah lain yang mengajukan PTM karena sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan sudah siap, tetapi belum semua gurunya menjalani vaksinasi sampai dosis kedua.

Ada sekitar empat sekolah di Sleman dan Gunungkidul yang semua guru dan tenaga kependidikannya sudah menjalani vaksinasi sampai dosis kedua. Menurut dia kunci prokes di tiap sekolah ada di satgas masing-masing sekolah yang bisa mendeteksi semua siswa apakah dalam kondisi sehat atau sakit, apakah dari zona merah atau hijau.

Sebab siswa dari zona merah dan oranye tidak diperkenankan untuk masuk dan disarankan untuk tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh. “Dari sisi prokes cukup bagus hanya perlu dipertahankan,” ujar Didik.

Didik mengatakan sejauh ini guru yang sudah menjalani vaksinasi sampai tahap kedua baru sekitar 9.000-an orang atau 60% atau 16.692 orang. Dia berharap vaksinasi guru selesai pada Juni mendatang sehingga tahun ajaran baru atau Juli mendatang bisa PTM di semua jenjang sekolah.

BACA JUGA: Berkat Gedebog Pisang, Bekas OB Mampu Hidupi Ratusan Keluarga di Gunungkidul

Meski semua jenjang sekolah dibolehkan PTM ketika vaksinasi guru selesai, tetap ada pembatasan. Tidak semua siswa masuk melainkan bisa bergantian maksimal 50% siswa dari total kapasitas ruangan sekolah.

Didik menambahkan sembilan sekolah SMA dan SMK yang menggelar PTM akan mulai libur pada 11 Mei untuk Idulfitri. Setelah selesai libur lebaran, kata dia, siswa dari sembilan sekolah tersebut sementara belum diperkenankan untuk PTM

Itu untuk mengantisipasi adanya penualran Covid-19 di keluarga masing-masing siswa. “Setelah Lebaran akan kami evaluasi lagi, apakah lanjut PTM atau tidak,” ujar Didik.