Ingatkan Prokes, FKRB Maskeri Dua Patung Jathilan di Taman Paseban

Relawan Bantul memasangkan masker ke dua patung jathilan yang ada di Taman Paseban, Bantul, Rabu (23/6/2021) pagi. Pemasangan masker ke kedua patung sebagai bentuk simbolisasi dan upaya edukasi kepada masyarakat supaya terus menerapkan protokol kesehatan, mengingat saat ini angka penularan Covid-19 di Bantul cukup tinggi. - Harian Jogja/Jumali
24 Juni 2021 05:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Forum Komunikasi Relawan Bantul (FKRB) memasang masker ke dua patung penari jathilan Taman Paseban, Bantul, Rabu (23/6/2021) pagi.

Pemasangan masker ini adalah bentuk keprihatinan, simbolisasi dan edukasi kepada warga Bantul untuk memperketat protokol kesehatan, mengingat tingginya penularan Covid-19 di Bumi Projotamansari.

Koordinator FKRB Waljito mengatakan langkah pemasangan masker ke dua patung jathilan adalah sebagai upaya untuk terus mengingatkan kepada warga Bantul untuk terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Apalagi, ada lonjakan kasus Covid-19 di Bumi Projotamansari yang belakangan ini sudah sangat memprihatinkan.

"Dan, masyarakat saat ini mulai terlihat abai dengan penggunaan masker. Untuk itu kami ingatkan kembali untuk mengetatkan penggunaan masker dan penerapan protokol kesehatan," kata Waljito di sela pemasangan masker di Taman Paseban, Rabu (23/6/2021) pagi.

Baca juga: Masa Kedaluwarsa Vaksin Sebentar Lagi, Vaksinasi Covid-19 di Gunungkidul Dikebut

Menurut Waljito, patung penari jathilan adalah ikon di Kabupaten Bantul. Sehingga, pemakaian masker tersebut sebagai simbol agar masyarakat kembali menerapkan prokes di tengah meningginya kasus Covid-19. Sebab, saat ini ada euforia di masyarakat terkait vaksinasi yang sedang dijalankan pemerintah, sehingga banyak masyarakat abai menerapkan protokol kesehatan.

"Kami mengajak lagi masyarakat agar lebih sadar dan menerapkan protokol kesehatan," papar Waljito.

Di sisi lain, Waljito menilai langkah pemerintah terhadap penanganan Covid-19 belum tegas. Meski pemerintah tidak membuat kebijakan bahwa Bantul darurat Covid-19, pihaknya menyebut Bantul sudah siaga Covid-19.

"Saya harap pemerintah lebih ketat dan tegas untuk pelaksanaan dan pengawasan PPKM Mikro dan 3 T," ucapnya.

Sementara hingga Selasa (22/6/2021) kasus Covid-19 di Bantul tembus mencapai 17.842 orang. Pasien positif Covid-19 yang diisolasi mencapai 2.757 orang. Sebanyak 429 orang meninggal dan 14.656 orang dinyatakan sembuh.