Mobilitas Warga di DIY Diklaim Turun 30%

Kondisi lalu lintas kendaraan di Bantul pada Minggu (11/7/2021) dalam masa PPKM Darurat yang cenderung lengang. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
08 Agustus 2021 19:37 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pemda DIY mengklaim mobilitas warga DIY di pusat perkotaan turun hingga 30% di semua kabupaten dan kota, artinya mobilitas di DIY sudah masuk zona kuning.

“Penurunan mobilitas sudah 30 persen,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY, Noviar Rahmad, Minggu (8/8/2021). Dia mengatakan penurunan mobilitas warga di DIY tersebut berdasarkan pantauan Google Mobility dan Facebook Mobility.

Noviar menjelaskan, sesuai ketentuan zona kuning adalah adanya penurunan mobilitas antara 20-30%. Sementara zona hitam penurunan mobilitas 0-10%, zona merah 10-20% dan zona hijau di atas 30% dalam penurunan mobilitas.

Meski sudah turun mobilitas warga di perkotaan, namun Noviar mengaku masih menemukan adanya kerumunan di perkampungan, “Masih terjadi kerumunan pada saat kegiatan sosial kemasyarakatan. Masih ada yang melaksanakan hajatan, masih ada yang melaksanakan layatan,” ujar Noviar.

BACA JUGA: Pasokan Vaksin Tak Lancar Jadi Kendala Pencapaian Target Vaksinasi

Pria yang menjabat sebagai Koordinator Penegakan Hukum Satgas Penanganan Covid-19 ini menyatakan akan terus melakukan pemantauan kerumunan di perkampungan dengan mengerahkan Satgas di masing-masing kalurahan hingga pedukuhan, termasuk mengerahkan kelompok Jaga warga yang sudah terbentuk di sejumlah pedukuhan.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji juga mengatakan masih ada kerumunan di perkampungan hingga 17%, “Yang kerumunan di rumah-rumah kita efektifkan sekarang ada penebalan tenaga kesehatan [nakes] bisa jadi agen atur protokol kesehatan yang ada di sana. Sekarang yang masih terjadi penularan [Covid-19] itu antarkeluarga, satu kena yang lain kena. Kita efektifkan juga kelompok Jaga Warga,” kata Baskara Aji.