GKR Bendara: Mengatasi Stunting Butuh Peran Banyak Pihak

GKR Bendara dalam peluncuran ProgramIsi Piringku Berbasis Nilai Budaya Luhursecara daring di Jogja Kamis (2/9/2021). - Ist.
02 September 2021 22:27 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Penghageng KHP Nitya Budaya Kraton Yogyakarta Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara mengingatkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam mengatasi stunting. Nilai budaya yang adiluhung bisa menjadi dasar edukasi pencegahan stunting melalui pendidikan usia dini. Hal itu disampaikan dalam peluncuran Program Isi Piringku Berbasis Nilai Budaya Luhur secara daring di Jogja Kamis (2/9/2021).

Program ini diinisiasi Disdikpora DIY, Yayasan Pendidikan Integral Satu Bumi (One Earth) dan Danone Indonesia. Bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada seluruh guru PAUD di DIY akan pentingnya porsi asupan gizi yang tepat untuk anak usia 4 hingga 6 tahun melalui panduan Isi Piringku.

BACA JUGA : Wabup Sleman Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan

GKR Bendara mengatakan penanganan stunting dapat diibaratkan dengan bermain gamelan yang butuh lebih dari satu orang untuk menciptakan harmoni. Begitu juga dengan penanganan stunting, butuh kerja sama berbagai pihak agar DIY terbebas dari stunting.

“Untuk mencegah stunting perlu kerja sama berbagai pihak, seperti halnya ketika kita bermain gamelan. Dalam bermain gamelan, tak bisa satu pemain alat berdiri sendiri untuk menciptakan harmoni. Satu pemain dengan lainnya harus bekerja sama serta bergotong royong sebagai kuncinya,” katanya.

Ia menambahkan anak-anak merupakan generasi emas yang ke depan akan berperan penting dan menjadi pondasi negara. Sehingga harus dipersiapkan melalui berbagai pendekatan baik kesehatan maupun budaya. Menurutnya edukasi pencegahan stunting pada PAUD bisa menggali nilai budaya yang adiluhung.

“Kita perlu menggali nilai budaya adiluhung dan mengemasnya kembali sebagai materi edukasi melalui PAUD, ini sebagai lapisan paling mendasar untuk mengarah ke pencegahan stunting,” ujarnya.

BACA JUGA : Stunting Gunungkidul Masih di Angka 17,4 Persen

Di wilayah DIY Angka stunting pada 2020 berada di angka 19,8% di bawah rata-rata nasional yang masih di angka 27%. Terdiri atas Kota Jogja 11,3%, Sleman 8,38%, Kulonprogo 12,57%, Bantul 10,6%, Sleman 8,38% dan Gunungkidul 17,44%.

Wakil Kepala Disdikpora DIY Suhirman mengapresiasi berbagai pihak yang memberikan sumbangsih dalam peluncuran program tersebut. Program Isi Piringku yang dilakukan secara daring dan bertahap diikuti sekitar 400 guru PAUD DIY menggunakan pendekatan berbasis budaya.

“Metode edukasinya campuran ada tatap muka terbatas dan daring, ini sejalan dengan aturan yang ditetap oleh pemerintah,” katanya.

Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto menyatakan komitmennya terhadap dunia kesehatan terutama anak-anak. Harapannya melalui edukasi tersebut kesehatan dapat dibawa melalui makanan dan minuman kepada masyarakat banyak dengan misi One Planet One Health. Ia mendukung program kesehatan dan pertumbuhan anak secara berkelanjutan, hingga kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung pemenuhan gizi dan kesehatan anak.

BACA JUGA : Warga Sleman Diajak Mencegah Stunting dengan Cara

“Prinsipnya tidak boleh ada anak Indonesia yang tertinggal dari sisi gizi dan pendidikan, supaya ke depan Indonesia bisa maju dan lebih baik,” katanya.