Merapi Alami 120 Gempa Guguran dalam 24 Jam

Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
18 September 2021 13:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Gunung Merapi mengalami 120 kali gempa guguran dalam 24 jam terakhir selama Jumat (17/9/2021). Dalam periode itu terpantau 14 kali guguran lava pijar.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya menjelaskan periode pengamatan antara pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, Jumat (17/9/2021) terjadi 120 gempa guguran, empat kali gempa fase banyak dan tiga kali embusan.

BACA JUGA : Gunung Merapi Luncurkan 11 Kali Guguran Lava Pijar

Pada periode ini terjadi 14 kali guguran lava pijar dan dua kali suara guguran dengan intensitas rendah. “Pada periode terjadi 14 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter ke arah barat daya. Kemudian terdengar suara guguran dua kali dengan intensitas lemah hingga sedang pada sektor barat daya,” katanya, Sabtu (18/9/2021).

Adapun secara visual Merapi tampak asap kawah berwarna putih dengan intensitas lemah hingga sedang pada sektor barat daya. “Sedangkan untuk laju rata-rata pemendekan EDM Babadan sebesar 0,1 sentimeter per hari, ini terpantau dalam tiga hari,” ujarnya.

Potensi bahaya masih seperti sebelumnya, berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal tiga kilometer ke arah sungai Woro dan sejauh lima kilometer ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.  

BACA JUGA : Merapi Muntahkan Awan Panas, Jarak Luncur hingga 2

Masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.  Selain itu masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.