Advertisement

Sehari, 50 Piring Pecah di Masjid Jogokariyan Saat Buka Puasa

Sirojul Khafid
Jum'at, 08 April 2022 - 12:07 WIB
Budi Cahyana
Sehari, 50 Piring Pecah di Masjid Jogokariyan Saat Buka Puasa Takjil di Masjid Jogokariyan Mantrijeron Kota Jogja. - Harian Jogja/Desi Suryanto

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pengelola Masjid Jogokariyan Jogja secara rutin membagikan 3.000 porsi makanan untuk berbuka puasa pada Ramadan tahun 2022 ini. Tiap hari, puluhan piring bisa pecah saat makanan dibagikan.

BACA JUGA: Viral Akun Tottenham Ajak Ngabuburit di Masjid Jogokariyan, Ini Tanggapan Ustaz Jazir

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Menurut Ketua Panitia Kampung Ramadan Jogokariyan, Deliawan, dalam sehari ada 50 piring pecah dalam serangkaian proses pembagian makanan buka puasa. Itu belum termasuk pecahnya gelas yang juga berbahan kaca.

“Sehari bisa lah 50 piring pecah. Entah dalam proses nyuci, atau pedagang ada yang ngambil, ada yang enggak kembali atau pecah di sana. Kadang juga ketendang setelah makan selesai,” kata Deliawan, Kamis (7/4/2022), “Piring pecah sering, makanya setiap jelang Ramadan, pasti kami beli piring lagi. Ramadan ini kami beli hampir 1.000 piring.”

Bukan tanpa alasan pengelola Masjid Jogokariyan tetap mempertahankan piring sebagai wadah membagikan makanan buka puasa. Dengan menggunakan piring, dan juga gelas kaca untuk minuman, akan banyak orang yang terlibat. Mereka akan mencuci, mengelap, sampai menyimpang piring dan gelas.

“Ini cara masjid memberdayakan masyarakatnya. Mencoba memberikan manfaat atau euforia Ramadan kepada masyarakatnya, tidak hanya di masjid,” kata Deliawan.

Dengan saling bekerja sama ini, masyarakat menjadi lebih guyub dan rukun. Masyarakat juga bisa semakin merasa memiliki masjid sehingga hubungan masjid dan masyarakat menjadi semakin erat.

BACA JUGA: Toko Bercat Merah di Malioboro Diminta Ubah Cat Menjadi Putih

Advertisement

“Misal masjid ada kegiatan apa-apa, masyarakat bisa bantu. Itu penting dalam pemberdayaan masyarakat. Alhamdulillah setiap Ramadan konsepnya seperti ini, dan kami sudah auto pilot melakukannya,” katanya.

Dalam proses penyiapan makanan, masjid hanya memasak nasi dan menyiapkan air minum. Sementara lauk dan sayur dimasak oleh kelompok dasa wisma yang tersebar di rukun warga sekitar Masjid Jogokariyan Jogja. “Kalau sudah matsng lauk dan sayurnya, dibawa ke masjid buat diracik sama nasinya,” kata Daliawan.

 

Advertisement

 

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Awan Panas Semeru Masih Keluar, BPBD Lumajang Tetapkan Masa Tanggap Darurat 14 Hari

News
| Senin, 05 Desember 2022, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement