Advertisement

Program Penurunan Stunting di Sleman Dipantau KPK

Abdul Hamied Razak
Kamis, 23 Juni 2022 - 19:57 WIB
Bhekti Suryani
Program Penurunan Stunting di Sleman Dipantau KPK Ilustrasi. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melakukan monitoring pengawasan dalam pencegahan korupsi terhadap penyelenggaraan program nasional percepatan penurunan stunting di Pemkab Sleman, Kamis (23/6/2022).

Kasatgas Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV KPK, Harun Hidayat menyampaikan kunjungan tersebut merupakan salah satu program pengawasan pencegahan korupsi terhadap penyelenggaraan program nasional, yakni percepatan penurunan stunting di Sleman.
"Satgas Direktorat Korsupwil 4 diberikan tugas melakukan pengawasan program nasional. Fokus pengawasan tahun ini terkait dengan Program Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting pada Pemerintah Daerah," jelasnya, Kamis.

Advertisement

Menurut Harun, pengawasan terhadap penyelenggaraan program nasional di daerah perlu dilakukan karena menggunakan anggaran yang cukup besar. Namun ia tidak merinci jumlah alokasi anggaran penurunan stunting di Sleman. Hanya saja dia menjelas bila Sleman menjadi salah satu daerah yang memiliki angka stunting yang rendah.

BACA JUGA: Tidak Hanya Susi Air, Ini Daftar Kecelakaan Pesawat di Indonesia yang Penumpangnya Selamat

Angka stunting di Sleman hanya 16% bahkan di bawah angka nasional pada tahun 2021 yang menyentuh angka 24%. DIY secara nasional, katanya, termasuk tiga besar dengan angka stunting yang rendah dan mampu menekan angka stunting termasuk Kabupaten Sleman.

"Untuk pengawasan (KPK) dilakukan dalam bentuk paparan program yang dilakukan Pemkab Sleman dari mulai perencanaan, penganggaran sampai dengan pengawasan yang dilakukan oleh masing-masing instansi penyelenggara program percepatan penurunan prevalensi stunting," jelasnya.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan kunjungan kerja KPK dapat memotivasi Pemkab Sleman untuk meningkatkan kinerja. Terutama terkait percepatan penurunan prevalensi stunting. "Pemkab berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam mencapai target penurunan prevalensi stunting menjadi 14% pada tahun 2024," katanya.

Dia mengatakan, Pemkab Sleman menargetkan penurunkan angka stunting di bawah 5% pada 2026 mendatang. Komitmen tersebut dimulai dengan menetapkan sejumlah regulasi untuk akselerasi pencapaian target penurunan stunting melalui Peraturan Bupati Sleman No.22.1/2021 tentang Percepatan Penanggulangan Stunting Yang Terintegrasi.

Selain itu, Peraturan Bupati Sleman No.1.8/2021 tentang Jaring Pengaman Sosial, dan Peraturan Bupati No.28.3/2021 tentang Kewenangan Kalurahan dalam upaya Pencegahan dan Penanggulangan Stunting Terintegrasi di Tingkat Kalurahan.
"Untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting, kami juga membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting yang ditetapkan dengan Keputusan Bupati Sleman No.12.3/2022. Tim ini diketuai oleh wakil bupati," jelasnya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Akhir Juni, Cek Jadwal KRL Jogja-Solo

Akhir Juni, Cek Jadwal KRL Jogja-Solo

Jogjapolitan | 3 hours ago

Advertisement

DIY Sukses Tekan Angka Stunting

DIY Sukses Tekan Angka Stunting

Jogjapolitan | 6 hours ago

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pria Kulonprogo Maling Motor di Acara Pentas Seni di Muntilan

News
| Kamis, 30 Juni 2022, 14:27 WIB

Advertisement

alt

Brrrrrrr! Dieng Membeku, Suhu Minus 1 Derajat

Wisata
| Kamis, 30 Juni 2022, 12:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement