Advertisement

Viral Puskesmas Berbah Tolak Pasien Kecelakan, Pemda DIY Minta Publik Tak Langsung Menghakimi

Sunartono
Selasa, 15 November 2022 - 19:12 WIB
Budi Cahyana
Viral Puskesmas Berbah Tolak Pasien Kecelakan, Pemda DIY Minta Publik Tak Langsung Menghakimi Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, saat ditemui wartawawan di kompleks Kantor Gubernur DIY, Selasa (5/1/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan DIY meminta publik tidak langsung menghakimi Puskesmas Berbah sebagai fasililitas pelayanan kesehatan atau fasyankes yang menolak pasien kecelakan yang viral di medsos. Perlu ada upaya untuk melihat penyebab secara lengkap, termasuk kewajiban dokter yang seharusnya ada di lokasi karena puskesmas tersebut memberikan layanan 24 jam.

Ombudsman RI (ORI) perwakilan DIY telah mendatangi Puskesmas Berbah, Sleman, untuk mengetahui duduk  penolakan pasien korban kecelakaan oleh  puskesmas yang viral di medsos. ORI menemukan ada kesalahan prosedur dalam penanganan pasien kecelakaan di Puskesmas Berbah. Puskesmas tidak memberikan tindakan awal kepada pasien korban kecelakaan. 

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

BACA JUGA: Langgar Aturan, Puskesmas Berbah yang Tolak Korban Kecelakaan Didatangi Ombudsman

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie mengatakan sedang menanyakan duduk perkara kasus tersebut. Dia menegaskan semua fasyankes harus memberikan layanan ketika ada pasien kecelakaan atau dalam situasi gawat darurat.

“Permenkesnya jelas. Tetapi kalau sampai [puskesmas ini] tidak memberikan pelayanan, itu patut kita pertanyakan, [pertanyaan] itu tidak [hanya] pada kesehatan [fasyankes] tetapi pada [sisi] korbannya,” ujarPembajun, Rabu (15/11/2022).

Ia menegaskan ada beberapa kategori yang butuh penanganan khusus. Cedera berat harus ditangani oleh ahli. Dari sisi penanganan awal, bidan maupun perawat tidak memiliki kewenangan karena tugasnya hanya memberikan perawatan. Penanganan awal harus dilakukan dokter untuk diagnosis. Seharusnya ada dokter yang berjaga dan memberikan penanganan apabila puskesmas tersebut memang memberikan pelayanan selama 24 jam.

BACA JUGA: Puskesmas di Sleman Ini Tolak Tangani Korban Kecelakaan Lalu Lintas, Begini Kata Dinkes Sleman

“Ini perlu kita tanyakan lagi kenapa dokter tidak ada di situ. Kalau 24 jam perlu dikoreksi, dokter kemana saat itu harusnya on call. Saya mau menanyakan hal ini ke Sleman,” katanya.

Advertisement

Jika terbukti ada kekeliruan, Pembajun berharap semua pihak saling mengoreksi dan puskesmas memberikan pelayanan yang terbaik. “Saya berharap ini tidak terjadi lagi. Marilah fasyankes bertugas sesuai aturan,” katanya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

FKY Bisa Jadi Wadah Promosi untuk UMKM DIY

FKY Bisa Jadi Wadah Promosi untuk UMKM DIY

Jogjapolitan | 19 minutes ago

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini, Bantul Hujan Tipis

News
| Sabtu, 03 Desember 2022, 08:07 WIB

Advertisement

alt

Sambut Natal, Patung Cokelat Sinterklas Terbesar di Indonesia Ada di Hotel Tentrem Jogja

Wisata
| Jum'at, 02 Desember 2022, 23:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement