Kali Oya Mengering, Warga Semin Berburu Emas
Warga Semin berburu emas di Kali Oya yang mengering saat kemarau. Aktivitas ini menjadi pekerjaan sampingan bagi petani yang kesulitan air.
Pembagian bansos di Kantor Pos Indonesia. - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kementerian Sosial di tahun depan menargetkan satu Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) bisa melakukan graduasi terhadap sepuluh keluarga penerima manfaat (KPM).
Hal ini disampaikan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat menghadiri peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional yang berlangsung di Gedung Serba Guna Sleman, Rabu (18/12/2024).
Di kesempatan ini, Gus Ipul sapaan akrabnya juga mengajak pendamping PKH yang hadir di acara peringatan untuk berikrar agar bisa mencapai target meluluskan minimal sepuluh penerima. Pasalnya, dengan program graduasi maka KPM PKH bisa lulus dari penerima bantuan sehingga dapat lebih berdaya dan mandiri.
“Minimal sepuluh KPM bisa lulus sehingga tidak lagi menerima bantuan PKH, kalau lebih maka lebih baik. Di DIY ada 730 pendamping PKH, jadi kalau program ini berhasil maka ada 7.000an keluarga yang bisa dientaskan tiap tahunnya,” kata Gus Ipul.
Guna menyukseskan program ini, ia telah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya akan memberikan pendampingan dan pelatihan ke pendamping PKH.
BACA JUGA: BMKG Minta Warga DIY Waspadai Cuaca Ekstrem hingga Akhir Tahun
Menurut dia, permerlu atensi sosial, bukan hanya terkaiat dengan program PKH. Namun, sambung Gus Ipul, juga ada program lainnya dan diberi istilah 12 PAS.
“Jadi ada yang lainnya seperti disabilitas, mereka bermasalah sosial, anak terlantar, korban kekerasan, korban Napza dan HIV-Aids, korban bencana dan lainnya,” katanya.
Gus Ipul menambahkan, hingga saat ini untuk program sosial yang digulirkan di Provinsi DIY sudah hampir termbus Rp1 triliun. Pemberian bantuan tidak hanya untuk PKH, namun juga ada program lain seperti banso untuk yatim piatu, difabel, permakanan lansian hingga rehabilitasi sosial.
“Untuk Sleman yang digelontorkan mencapai Rp214 miliar,” imbuh mantan Walikota Pasuruan ini.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyambut baik target kemensos untuk melakukan graduasi terhadap KPM PKH. Menurut dia, program ini sudah terlaksana di Kabupaten Sleman dan hingga sekarang terus berlangsung.
“Setiap tahun ada dan setiap kalurahan ada lebih dari 10 keluarga yang lulus dari program PKH di tiap tahunnya,” katanya.
Kustini menjelaskan, program graduasi ini, KPM tidak hanya mendapatkan bantuan uang dari Kementerian. Hal itu dikarenakan juga ada program pelatihan dan pendampingan agar bisa memiliki usaha sehingga bisa menjadi mandiri.
“Ada pelatihan hingga bantuan permodalan. Intinya dilaksanakan program pemberdayaan agar bisa mandiri untuk meningkatkan kesejahteraan,” kata Kustini. (David Kurniawan)
Foto
Harian Jogja/David Kurniawan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat menghadiri peringatan HKSN 2024 di Gedung Serba Guna Sleman. Rabu (18/12/2024)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Semin berburu emas di Kali Oya yang mengering saat kemarau. Aktivitas ini menjadi pekerjaan sampingan bagi petani yang kesulitan air.
Poprida DIY 2026 digelar 14–23 September dengan 544 atlet. Paku Alam X menekankan disiplin, sportivitas, persaudaraan, dan kehormatan.
Pemkab Banyumas menargetkan Trans Banyumas kembali beroperasi 17 September 2026 setelah layanan berhenti sejak 30 Agustus.
JJLS Kelok 23 dibuka, Dispar Bantul akan mengevaluasi dampaknya terhadap kunjungan wisatawan dan masa depan TPR pantai.
KAI Daop 6 Yogyakarta melayani 1,26 juta penumpang KA jarak jauh pada Agustus 2026, naik 19% dibanding periode sama 2025.
Pelajar Gunungkidul didorong melek politik, memahami etika demokrasi, serta menggunakan hak pilih secara bijak sebagai pemilih pemula.