Advertisement
Dalam Lima Bulan Damkarmat Kulonprogo Evakuasi 200 Sarang tawon
Foto ilustrasi evakuasi sarang tawon. / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulonprogo mencatat di wilayahnya lebih banyak laporan terkait evakuasi tawon. Sedangkan untuk kejadian kebakaran jumlahnya tidak begitu dominan.
Alhasil, Seksi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD Kulonprogo lebih sering melakukan operasi tangkat tawon (OTT) dibanding memadamkan amukan si jago merah.
Advertisement
Kepala Seksi Damkarmat BPBD Kulonprogo, Raden Chris Hartanto tidak membantah hal tersebut. Menurutnya, berdasarkan data laporan yang masuk selama 2025 ini kejadian kebakaran mencapai 15 saja. Sedangkan operasi tangkap tawon jumlahnya mencapai sekitar 200 penanganan di tahun yang sama.
"Sedangkan untuk evakuasi ular 79 penindakan selama 2025 ini," katanya, Kamis (22/5/2025). Diakuinya, kejadian kebakaran di Kulonprogo tidak begitu dominan bahkan terbilang sangat jarang terjadi. Chris menyebut, 15 kebakaran yang terjadi di 2025 ini saja itu tidak semuanya dampaknya besar.
Terkadang hanya kebakaran karena tabung gas yang bocor lantas ketika didatangi apinya sudah dapat dipadamin warga sekitar kejadian. "Kebakaran yang agak mencolok di Jatisarono sisanya, kebakaran kecil. Masih minim kebakaran rumah di Kulonprogo," sambungnya. Kebakaran yang dialami rumah warga sangat kecil karena kesadaran sudah meningkat terkait pencegahannya.
BACA JUGA: Pembangunan JPO Depan Kantor Pemkab Kulonprogo Ditargetkan Rampung Akhir 2025
Seperti misalnya penyebab kebakaran karena korsleting listrik jarang terjadi. Masyarakat Kulonprogo sudah sadar pemakaian listrik sehingga korsleting yang mengakibatkan kebakaran minim terjadi. "Kebakaran pabrik pun terakhir terjadi 2022 lalu pabrik wig," jelasnya. Chris menegaskan, selalu mengingatkan masyarakat dalam antisipasi kebakaran akibat korsleting listrik sehingga dapat ditekan kejadiannya.
Kulonprogo yang minim titik padat penduduk sehingga korsleting listrik tidak menimbulkan kebakaran. Malah sebaliknya, kebakaran di Kulonprogo terjadi di kampung-kampung pedesaan di rumah yang ditempati Lansia. "Masaknya pakai kayu bakar dikiranya sudah dimatikan ternyata masih hidup sehingga terjadi kebakaran," ungkapnya. Kebakaran semacam itu terjadi pada Februari lalu di Kapanewon Kokap dan Girimulyo. Api pembakaran kayu yang masih membara sehingga cukup membakar ruangan di rumah tersebut. Beruntungnya tidak ada korban jiwa ataupun korban luka.
Penyebab kebakaran semacam itu malah lebih sering menjadi faktor utama dibanding korsleting listrik. Namun, memang ketika musim kemarau Kulonprogo rentan terhadap kebakaran tetapi terjadi di hutan atau lahan kering dan tandus.
"Operasi tangkap tawon banyak rata-rata setiap malamnya bisa empat sampai lima titik ditangani," ucap Chris. Itu berdasarkan laporan warga yang diterima dan biasanya yang dievakuasi sarang tawon vespa sengatannya lebih sakit.
Berkembang biaknya yang cepat sehingga butuh evakuasi dengan penanganan yang tepat guna tidak asal-asalan karena membahayakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
Advertisement
Advertisement








