Konser HUT Bantul Jadi Panggung 14 Musisi Lokal, UMKM Ikut Cuan
Konser Bantul Bumi Satriya menghadirkan 14 musisi lokal. Ribuan warga ikut menikmati hiburan gratis, sementara UMKM mendapat peluang tambahan pendapatan.
Tilang - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Satlantas Polres Bantul mencatat sebanyak 40 pelanggar lalu lintas terjaring pada hari pertama pelaksanaan Operasi Zebra Progo 2025, Senin (17/11/2025). Seluruh pelanggar hanya diberikan teguran tanpa tindakan tilang.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan sebagian besar pelanggaran dilakukan oleh pengendara motor. Dari berbagai jenis pelanggaran yang ditemukan, yang paling menonjol adalah pengendara yang tidak mengenakan helm berstandar SNI.
“Di hari pertama total ada 40 pelanggar diberikan teguran, tidak ada yang diberikan tilang. Mayoritas pelanggaran ini banyak ditemukan adalah berkendara tidak menggunakan helm SNI,” ujar Rita, Selasa (18/11/2025).
Menurut Rita, fakta masih banyaknya pelanggaran di hari pertama operasi menunjukkan rendahnya kesadaran masyarakat mengenai aturan keselamatan berkendara. Ia mengingatkan bahwa keselamatan di jalan raya sepenuhnya bergantung pada kedisiplinan pengguna jalan.
“Polisi hanya bertugas untuk mengatur lalu lintas dan mengimbau kepada para pengguna jalan supaya tertib,” tegasnya.
Selama Operasi Zebra Progo 2025, masyarakat diminta lebih memperhatikan kelengkapan dan keselamatan saat berkendara. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi peningkatan arus lalu lintas jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
"Intinya kami memberikan imbauan kepada masyarakat terkait dengan adanya Operasi Zebra, juga menghadapi Nataru nanti," kata Rita.
Operasi Zebra Progo 2025 berlangsung mulai 17 hingga 30 November mendatang. Tujuan utama penertiban ini adalah meningkatkan disiplin berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan.
“Tujuan digelarnya operasi ini adalah untuk meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas serta menurunnya angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas sehingga tercipta Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas),” terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Konser Bantul Bumi Satriya menghadirkan 14 musisi lokal. Ribuan warga ikut menikmati hiburan gratis, sementara UMKM mendapat peluang tambahan pendapatan.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.