Tiga Koalisi di Pilkada Sleman Sama-Sama Gemuk, Siapa Pemenangnya? Ini Analisanya..

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
03 September 2020 12:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN–Pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sleman pada 9 Desember mendatang memunculkan tiga pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati. Mereka disokong dengan kekuatan massa yang tidak bisa dianggap remeh. Dalam perolehan suara pemilu jika diakumulasikan ketiganya memiliki suara yang sama-sama gemuk.

Pasangan pertama yang lebih dulu muncul adalah Kustini Sri Purnomo. Istri Bupati Sleman Sri Purnomo ini maju bersama kader PDI Perjuangan, Danang Maharsa. Pasangan ini merepresentasikan keterwakilan kaum tua-muda dan perempuan-laki-laki untuk menggaet pemilih.

BACA JUGA : Sri Muslimatun-Amin Purnama Siap Hadapi Dua Pesaingnya

Kustini-Danang maju dengan dukungan dua partai besar, PDI Perjuangan dan PAN. Berdasarkan data KPU Sleman terkait perolehan suara pada Pileg 2019 lalu, PDI Perjuangan mampu meraih 183.586 suara sah atau 27,43%. Raihan suara ini membuat PDI Perjuangan meraih 15 kursi atau 30% dari 45 kursi di DPRD Sleman. Adapun PAN, meraih 94.015 suara sah atau 14,05% dengan meraih 6 kursi atau 12% dari 45 kursi di DPRD Sleman.

Jika ditotal, jumlah raihan suara sah kedua partai ini sebanyak 277.551 suara sah dengan 21 kursi DPRD Sleman. Jumlah tersebut belum termasuk, dua partai non parlemen ikut mendukung pasangan ini. Seperti Demokrat dengan 16.360 suara sah (2,44%) pada Pileg 2019 lalu. Begitu juga Partai Gelora yang sudah siap menyumbang 20.000 suara untuk pasangan ini.

Dikubu lain, pasangan Danang Wicaksana Sulistya dan R. Agus Cholik (Danang-Cholik) diusung tiga partai. Masing-masing Gerindra, PKB dan PPP. Gabungan perolehan suara Pileg 2019, untuk pasangan ini juga tidak boleh dianggap remeh. Gerindra mampu meraih 72.171 suara sah (10,78%) sementara PKB meraih 71.147 suara sah (10,63%) dan PPP 32.951 suara sah (4,92%).

BACA JUGA : Arah Dukungan pada Pilkada Sleman, Ini Penjelasan Golkar 

Di DPRD Sleman, baik Gerinda maupun PKB mampu meraih masing-masing 6 kursi (24%) sementara PPP 3 kursi (6%). Total jumlah kursi Koalisi Gerakan Kebangkitan dan Persatuan atau Gerbang Persatuan ini sebanyak 15 kursi (30%) dengan 176.269 suara sah. Belum dilaporkan adanya partai non parlemen yang mengikuti jejak koalisi ini.

Berbeda dengan pasangan Kustini-Danang yang merepresentasikan kalangan tua dan muda, pasangan Danang-Choliq ini justru merepresentasikan pasangan muda. Bahkan Choliq didaulat untuk merepresentasikan kalangan nahdliyin pada Pilkada tahun ini.

Kondisi ini berbeda dengan paslon terakhir yang muncul ke publik yakni Sri Muslimatun-Amin Purnama. Meski pun merepresentasikan kaum perempuan dan laki-laki, dari sisi usia paslon ini merepresentasikan kalangan tua.

Meskipun begitu, paslon Muslimatun-Amin diusung oleh tiga kekuatan besar dengan basis massa yang NasDem, Golkar dan PKS. Pada Pileg lalu, Nasdem meraih 51.230 suara sah (7,65%), Golkar 45.711 suara sah (6,83%) dan PKS 67.130 suara sah (10,3%). Total raihan suara sah dari tiga partai ini sebanyak 164.071 suara sah.

BACA JUGA : Yakin Ada Partai yang Mengusung Maju di Pilkada Sleman 

Di Dewan, paslon ini memiliki total 14 kursi (28%) di mana PKS sebanyak 6 (12%) kursi, Golkar 5 kursi (10%) dan NasDem 3 kursi (6%). Sampai saat ini juga belum dilaporkan adanya partai non parlemen yang mengikuti jejak koalisi ini. Diihat dari suara pemilu dari ketiga koalisi ini sama-sama gemuk.

Di atas kertas, Paslon Kustini-Danang memang diunggulkan. Dengan raihan jumlah suara sah kedua partai ini sebanyak 277.551 suara sah dengan 21 kursi (33%) DPRD Sleman saat Pileg 2019, bukan tidak mungkin pasangan ini bisa menang dengan mudah. "Kami optimistis bisa menang. Adanya partai non parlemen yang bergabung tentu saja ini akan menambah semangat bagi kami untuk memenangkan Pilkada mendatang," kata Kustini.

Namun demikian, penantang Kustini-Danang bukan lawan yang ecek-ecek. Dukungan suara Koalisi Gerbang Persatuan ini sebanyak 15 kursi (30%) dengan 176.269 suara sah memang masih jauh dengan raihan koalisi PDIP-PAN. Akan tetapi, ketiga partai pengusung dengan basis massa yang kuat bertekad untuk menjadi pemenang pada Pilkada mendatang.

Koalisi yang mengusung tagline "Ben Sleman ora ngene-ngene wae" ini akan mewujudkan program pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa. "Keduanya muda-muda dan kami percaya dengan jiwa mudanya akan mampu mewujudkan Sleman yang lebih baik. PKB NU sepakat untuk memenangkan paslon ini. Ini sudah menjadi tekad bulat kami," kata Ketua Dewan Syuro PKB Sleman KH. Nuruddin.

BACA JUGA : Dukung Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa di Pilkada

Begitu juga dengan kekuatan kandidat terakhir, Muslimatun-Amin atau Mulia juga gak bisa dianggap sebelah mata. Apalagi, survei di internal partai pengusung menunjukkan nama Muslimatun bertengger di urutan teratas orang yang diharapkan menjadi bupati Sleman. Hal itu setidaknya diakui oleh Ketua DPW NasDem DIY Subardi maupun Ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman.

Gandung pun optimis menyongsong Pilkada Sleman. Baginya, jumlah kursi partai pendukung paslon bukan faktor utama namun yang menentukan adalah figur yang diusung. Apalagi berdasarkan survei, Muslimatun dinilai paling populer di masyarakat.

Ia menilai elektabilitas Muslimatun berdasar survei sangat tinggi sehingga menjadi pilihan Golkar untuk maju pada Pilkada Sleman. "Saya instruksikan agar seluruh kader Golkar harus mendukung penuh dan memenangkan paslon yang menerima SK partai. Semua kader harus tunduk dan menjalani keputusan partai," kata Gandung.