Gaet Generasi Milenial untuk Smart Branding, Smart Regency

Talkshow Ngopi Sore Bareng Wakil Bupati: Peran Milenial Membangun Sleman yang Smart yang diselenggarakan Harian Jogja bekerjasama dengan The Alana Hotel & Convention Center Yogyakarta pada Jumat (18/9/2020). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
18 September 2020 18:07 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Keberadaan generasi milenial diharapkan bisa turut serta memajukan suatu wilayah dan berbagai aspek yang ada di dalamnya. Begitu juga di Kabupaten Sleman. Terlebih, milenial yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi.

Ini terungkap dalam Talkshow Ngopi Sore Bareng Wakil Bupati: Peran Milenial Membangun Sleman yang Smart yang diselenggarakan Harian Jogja bekerja sama dengan The Alana Hotel & Convention Center Yogyakarta pada Jumat (18/9/2020) yang juga disiarkan secara langsung melalui Instagram @harianjogja. Gelar wicara ini menghadirkan Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun dan Marketing Communication Manager The Alana & Convention Center Yogyakarta Wiwied A. Widyastuti.

Dalam paparannya, Muslimatun menerangkan selama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman selalu berupaya menggunakan teknologi dan informasi untuk beradaptasi dengan generasi milenial. Sejumlah aspek di Kabupaten Sleman, telah mengarah ke Smart Regency.

"Kami punya ruang aduan bagi masyarakat yaitu melalui aplikasi Lapor Sleman, ini menjadi pionir percontohan Smart Regency, bagaimana sebuah aplikasi pelaporan yang membuka ruang bagi seluruh warga, di manapun, jam berapapun, dan ditanggapi dengan cepat," kata Muslimatun.

Ia juga menyadari, di DIY, Kabupaten Sleman tergolong wilayah yang memiliki banyak kampus sehingga otomatis mahasiswa banyak yang menetap di sini. Keberadaan mahasiswa yang cukup banyak di Sleman ini tentunya membuat Pemkab Sleman harus mengupayakan pelayanan yang adaptif milenial.

Sementara itu, Wiwied menerangkan The Alana Hotel Yogyakarta juga membidik kalangan milenial yang saat ini tengah hobi berwisata. Pihaknya memanfaatkan berbagai media sosial untuk mempromosikan fasilitas hotel ini yang cocok untuk kalangan milenial.

"Alana sangat bangga dapat bekerjasama dengan Pemkab Sleman. Dengan smart branding, kita kembangkan jadi smart hotel. Kita lihat generasi milenial ini suka traveling, maka kami buat hotel nyaman untuk generasi ini," ujar dia.

Salah satu upayanya yaitu menyediakan coworking space dengan dukungan internet super cepat di hotel ini. Selain itu, seluruh sudut di The Alana Hotel Yogyakarta juga ditata dengan apik. Maka ketika milenial datang dan berwisata, kecenderungan mereka untuk memperbarui media sosial dengan kegiatan terbaru termasuk agenda wisata mereka bisa dapat terekam.

Kendati menjadi salah satu aspek yang terdampak selama pandemi ini, The Alana Hotel Yogyakarta dapat beradaptasi. Sejumlah protokol kesehatan terus dijalankan di hotel ini, seperti pengecekan suhu tubuh otomatis bagi pengunjung, spot cuci tangan dan hand sanitizer di berbagai sudut, serta disinfeksi secara rutin. Pengunjung yang masuk juga wajib menaati aturan pemakaian masker dengan benar.

Wiwied menambahkan, di masa pandemi ini bahkan The Alana Hotel Yogyakarta memiliki program baru yang sangat cocok dijajal bagi para milenial yang melek teknologi, yaitu program reseller produk. Manajemen hotel menawarkan masyarakat untuk bisa menjualkan kembali produk makanan dari The Alana Hotel Yogyakarta tanpa modal.

"Sudah dari Agustus, kami jual produk makanan Alana dari burger, pizza, cake, dan lain-lain. Ada harga khusus dari kami, reseller silakan menjualnya dengan harga kompetitif. Kami juga tidak membawa brand Alana, boleh pakai brand sendiri," jelas Wiwied.

Ia berharap, publik bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk produktif selama pandemi. Bahkan, reseller tak harus bisa memasak, melainkan menganggap Alana sebagai 'dapur' mereka.

"Silakan anggap Alana sebagai dapur untuk program reseller ini. Ini juga jadi upaya kami dalam smart branding, karena dengan reseller yang menjualkan produk kami, maka promosinya bisa semakin luas," kata dia.