Mayoritas Pertokoan di Jogja Taat Aturan PPKM, Kaki Lima Masih Buka Malam Hari

Kawasan pertokoan Jl. Urip Sumoharjo pukul 21.00 WIB terlihat tutup mengikuti instruksi PPKM Mikro pada Sabtu (13/2/2021). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
15 Februari 2021 06:27 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kembali diperpanjang. Dengan beberapa perubahan aturan dan fokus pada pengetatan di tingkat wilayah, pengawasan atas pelaksanaan instruksi di lingkungan masyarakat terus dilakukan.

Pantauan Harianjogja.com, pada Sabtu (13/2/2021), sejumlah kawasan pertokoan sebagian besar telah mematuhi jam buka operasional usaha. Di kawasan Jl. Urip Sumoharjo, Jl. Margo Utomo, Jl. Malioboro dan Jl. Mayor Suryotomo kawasan toko sudah tutup mulai pukul 21.00 WIB.

Sejumlah restoran besar waralaba dan toko jejaring juga mayoritas telah tutup. Sayangnya sejumlah usaha kaki lima masih ditemui buka melewati batas jam operasional di beberapa jalan tersebut.

Baca juga: Rata-Rata Okupansi Hotel di Jogja Selama Libur Imlek Hanya 25%

Kepala Satpol PP Kota Jogja, Agus Winarto menyebutkan bahwa pihaknya bersama tim masih terus melakukan pengawasan menyangkut pengawasan PPKM tahap ketiga ini. "Ya tetap [pengawasan], kami patroli tiap siang dan malam. Kami juga acak cek swab antigen bagi wisatawan," turu Agus Sabtu (13/2/2021) malam.

Dituturkan Agus jika pada pengawasan PPKM Mikro ini kecenderungan pelanggaran menurun atau makin sedikit. "Kecenderungan makin sedikit. Karena sudah ada penambahan waktu [jam buka] operasional sampai pukul 21.00 WIB," ujarnya.

Kendati demikian Agus tak menampik jika pelanggaran masih ditemukan. Meski telah diperpanjang, pelanggaran jam operasional masih dilakukan beberapa pelaku usaha. "Seputar jam operasional kebanyakan," tandasnya.

Baca juga: Perpanjangan PTKM Ketiga di Bantul Masih Ada Banyak Pelanggaran

Sementara itu Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi menyampaikan jika tidak ada ASN yang mengajukan izin selama libur imlek ini. "Tidak ada yang ajukan izin. Kalau apakah ada yang keluar Kota sampai saat ini belum ada laporan terkait hal tersebut," tuturnya.

Sebelumnya Heroe telah mewanti-wanti ASN untuk tidak keluar Kota Jogja selama PPKM diterapkan. "Saya kira enggak boleh [keluar Kota], sekarang kan sudah dinyatakan bahwa PPKM harapannya orang tidak kemana-mana. Harapannya kalau bisa mengurangi potensi tidak kemana-mana dulu," tegasnya.