UGM Akan Bangun Pusat Kreativitas, Sultan: Bisa Jadi Tempat Diskusi Mahasiswa

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, melihat miniatur kawasan pusat kreativitas yang akan dibangun UGM, di Kantor Gubernur DIY, Senin (29/3/2021). - Harian Jogja/ Lugas Subarkah.
29 Maret 2021 18:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, DANUREJAN--UGM akan membangun kawasan pusat kreativitas di lahan bekas bangunan Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH). Kawasan ini untuk mengembangkan pendidikan kepemimpinan, kebudayaan dan kewirausahaan yang menjadi tempat meleburnya antara mahasiswa, masyarakat dan pelaku usaha.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, berharap kawasan yang akan dibangun UGM ini nantinya bisa menjadi perpaduan pendidikan kepemimpinan dan taman kebudayaan.

BACA JUGA : Sultan Bolehkan Kuliah Luring, Ini Respons UGM dan UNY

“Menjadi tempat aktivitas mahasiswa, bagaimana kita bicara leadership, kebudayaan, diintegrasikan jadi satu. Kami ingin bagaimana mahasiswa kalau kuliah ora terus mulih [tidak langsung pulang], bisa diskusi, ngobrol, di tempat itu, suasana bisa dibangun,” katanya usai menerima kunjungan Rektor UGM Panut Mulyono di Kompleks Kepatihan, Senin (29/3/2021).

Di kawasan tersebut juga bisa menjadi tempat dialog antara mahasiswa dan dosen, dengan suasana yang lebih santai. “Entah sesama mahasiswa, dengan dosen, tidak mesti di ruangan, sambil duduk minum kopi. Bagaimana dialog dalam mencapai pengalaman pemikiran perlu dilatih,” ujarnya.

Rektor UGM Profesor Panut Mulyono, menjelaskan kawasan pusat kreativitas ini akan menempati lahan seluas 4 hektar dengan komposisi bangunan 60%. “Memadukan pendidikan kepemimpinan, kewirausahaan, kebudayaan dalam satu kawasan,” ujarnya.

Panut telah meminta masukan Gubernu DIY terkait rencana pembangunan kawasan ini. “Tadi saran dan masukan sudah kami terima untuk penyempurnaan desain yang harapanya nanti bisa segera finalisasi DED [detail engineering design], dan pelelangan” katanya.

BACA JUGA : 3 Bupati Dilantik, Ini Saran Pakar UGM Terkait Prioritas

Ia memastikan kawasan tersebut tidak eksklusif untuk civitas akademika UGM saja, melainkan bisa diakses masyarakat umum. “Publik bisa masuk, angkringan, berbagai tempat olahraga, jogging track boleh ada di situ,” kata dia.

Kawasan ini diharapkan dapat menambah satu bangunan ikonik sebagai tempat meleburnya mahasiswa, masyarakat, pelaku usaha, juga menjadi temapt pertemuan mahasiswa dengan perusahaan yang mencari tenaga ahli lulusan UGM.

Saat ini bangunan PKKH telah diratakan dan ditutup dengan seng. Pembangunan kawasan pusat kreativitas ini akan berjalan multi years, yang akan dimulai pada tahun ini.