PKL Malioboro Rela Pindah, tetapi Setelah Lebaran

Lokasi baru PKL Malioboro yang dibangun di lahan eks Gedung Dinas Pariwisata DIY, Selasa (4/1/2022). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
04 Januari 2022 17:47 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pedagang kali lima (PKL) Malioboro belum menerima sosialisasi waktu pemindahan lapak. Ketua Koperasi Paguyuban PKL Malioboro Tri Dharma, Rudiarto, berharap lapak pedagang dipindah ke eks Gedung Dinas Pariwisata DIY dan eks Bioskop Indra setelah Lebaran Idulfitri 2022.

“Paling tidak memberi kesempatan teman-teman untuk beraktivitas di sana, untuk menutupi keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Serta menyiapkan segala sesuatu, mental, dan sebagainya, karena akan menempati hal yang suasananya baru,” kata Rudiarto, Selasa (4/1/2022)

“Tapi ya kami menunggu bagaimana pemerintah.”

BACA JUGA: Ribuan PKL Malioboro Dipindah Bulan Ini, Sewa Tempat Baru Digratiskan

Sampai saat ini, Rudiarto menganggap belum semua sarana prasarana di lokasi barung. Selain pembatas antar lapak yang belum dipasang, akses dari sisi timur juga belum dibuka. Pembatas antarlapak dianggap penting lantaran berpotensi menim,bulkan konflik antar pedagang.

Pemerintah juga perlu memastikan semua semua PKL pindah tanpa ada lagi yang berjualan di lorong. Lantaran ini sifatnya bedol desa, sehingga semua harus berjalan serentak.

"Sehingga kami siap melaksanakan kalau semua komponennya siap," kata Rudiarto. "Selain itu perlu menjadi perhatian utama bagi Pemerintah Kota Jogja dan DIY agar PKL bisa hidup seperti halnya hidup di lorong. Perlu ada kiat-kiat dari pemerintah mengundang wisatawan masuk ke shelter lapak pedagang."

Anggota Tri Dharma yang berjumlah 920 pedagang akan pindah seluruhnya di selter pedagang eks Dinas Pariwisata DIY. "Semoga tidak mengubah pendapatan di tempat baru. Semoga tidak hanya tampilan Malioboro tapi ekonomi kerakyatannya semakin baik juga, tidak memburuk," katanya.

BACA JUGA: Datangi Fans Persis, Suporter PSIM Bentrok dengan Jukir Beringharjo, 1 Orang Ditangkap

Sementara, Pemda DIY masih memproses pemindahan ribuan pedagang kaki lima (PKL) Malioboro menuju dua lokasi, yaitu di lapak eks gedung Dinas Pariwisata DIY dan eks Bioskop Indra yang dijadwalkan bulan ini. Lapak relokasi yang disiapkan untuk para PKL tersebut digratiskan untuk sementara, tanpa dipungut biaya apa pun.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi menjelaskan saat ini ada sekitar 1.700 PKL Malioboro yang resmi terdaftar. PKL tersebut yang akan dipindah ke dua lokasi tersebut. Pemindahan PKL itu muaranya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan, sehingga mereka tidak dibebani biaya retribusi.

“Harapannya setelah relokasi, di sana pedagang tetap hidup sehingga di sana pun tidak ada retribusi, tidak ada sewa, sementara seperti itu tetapi dinamikanya akan kami bahas lebih lanjut," katanya seusai menghadiri rapat di Kompleks Kepatihan, Selasa (4/1/2022).

“Jadi sementara gratis, [soal sampai kapan gratisnya], kami akan diskusikan.”

Siwi menyatakan pemerintah telah memikirkan berbagai program agar PKL bisa terus berkembang ketika telah direlokasi. Papan petunjuk informasi keberadaan PKL pun akan disiapkan, agar pengunjung Malioboro bisa singgah berbelanja ke kawasan PKL.

Ia menambahkan sarana prasarana untuk lokasi relokasi PKL di bangunan eks Bioskop Indra terus disiapkan secara bertahap seperti pembenahan jaringan listrik, ketersediaan air, fasilitas Internet hingga manajemen sampah. Eks Gedung Dinas Pariwisata DIY juga telah selesai dibangun. Ia berharap PKL bisa ikut menata lebih baik lagi. Jika nanti sudah siap, maka para PKL akan segera dipindah.

Pemda DIY terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Jogja serta pedagang untuk mempersiapkan relokasi para PKL ke dua lokasi tersebut. “Rencana [relokasi] memang di Januari ini, tetapi terkait kapan waktunya, belum bisa kami tetapkan apakah pekan pertama atau kedua, tetapi kami target Januari [semua PKL sudah dipindah],” ucapnya.

BACA JUGA: Vaksin Mendekati Kedaluwarsa Akan Dipakai Sebagai Booster untuk Guru DIY

Semua jenis PKL mulai dari kuliner, penjual barang kering dan basah akan ditempatkan secara merata di kedua lokasi relokasi. Soal teknis penempatan lapak diserahkan sepenuhnya ke Kota Jogja dan komunitas PKL.

“Di Malioboro ini kan ada banyak komunitas, karena kewenangan Malioboro ada di Kota [Pemkot Jogja] maka kami koordinasi dengan Kota. Termasuk siapa akan menempati di mananya nanti Kota yang mendiskusikan dengan PKL. Tempat harus nyaman,” kata dia.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menyatakan pemindahan PKL sedang dipersiapkan bersama Pemkot Jogja, targetnya pada Januari 2022 ini relokasi sudah dimulai. Proses itu tentu mengedepankan musyawarah antara pemerintah dengan para PKL.