Advertisement

Buka PBTY 2022, Sultan Berharap Warga Tionghoa Ikut Pulihkan Sektor Sosial dan Ekonomi

Sunartono
Sabtu, 12 Februari 2022 - 06:37 WIB
Budi Cahyana
Buka PBTY 2022, Sultan Berharap Warga Tionghoa Ikut Pulihkan Sektor Sosial dan Ekonomi Atraksi barongasi dalam pembukaan PBTY 2022 di Rumah Budaya Jalan Ketandan, Jogja, Jumat (11/2/2022). - Harian Jogja/Sunartono

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) ke-17 secara resmi dibuka di Rumah Budaya, Jalan Ketandan, Gondomanan, Kota Jogja, Jumat (11/2/2022) petang. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam sambutannya berharap warga Tionghoa ikut membantu memulihkan sektor sosial dan ekonomi.

Sultan mengatakan tahun baru Imlek 2022 menjadi pembuka periode Macan Air yang bermakna nilai-nilai perubahan. Macan mewakili nilai-nilai keberanian dan kekuatan, dan air mewakili unsur jernih pikir, kepekaan, kreativitas, dan kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan.

BACA JUGA: Klaster Covid-19 Bermunculan di Sleman, di Keluarga hingga Perkantoran

“Perubahan adalah perihal yang sejati dan hakiki. Selayaknya falsafah Annica yang dituturkan Budha Gautama, bahwa segala sesuatu yang terbentuk dari multi unsur pasti akan mengalami perubahan.  Demikian juga Herakleitos, seorang filsuf Yunani Kuno menyatakan bahwa tidak ada satu pun hal di alam semesta yang bersifat permanen. Perubahan juga menjadi pitutur dalam ajaran Jawa, yang tersemat dalam paribasan Kombak Kombuling Kahanan, Mobah Mungkreting Donya,” ucap Sultan dalam sambutan pembukaan PBTY secara daring, Jumat (11/2/2022)

HB X mengatakan ketiga ungkapan tersebut menuntut seluruh masyarakat agar jernih menghadapi berbagai perubahan. Butuh kearifan dan konstruksi pemikiran positif dalam menyikapi, agar perubahan dapat ditransformasi, sehingga memberikan manfaat bagi umat manusia.

“Menjadi tugas kita bersama untuk untuk melihat dan mengekspos krisis melalui kacamata optimisme, dan sebagai upaya memunculkan berbagai peluang baru. Saya percaya, warga Tionghoa bersama segenap masyarakat DIY, dapat berperan aktif, dalam upaya melepaskan diri dari krisis, dan bersama-sama memulihkan sektor sosial kemasyarakatan dan ekonomi,” katanya.

Selain secara daring, pembukaan secara luring dihelat di Rumah Budaya Jalan Ketandan yang dihadiri Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, perwakilan Paniradya Kaistimewan DIY serta dari jajaran Pemerintah Kota Jogja. Singgih Raharjo membuka PBTY secara luring dengan menabuh genderang.

Singgih dalam kesempatan itu mengatakan daya tarik utama wisata Jogja adalah budaya.

Ekonomi kreatif juga bisa menarik minat pelancong. Jogja punya event Jogja Kangen, Ngayogjazz, Artjog, dan lainnya. Event wisata budaya, seperti PBTY diharapkan dapat memulihkan sektor pariwisata yang sempat terpuruk pada 2021 lalu akibat pandemi Covid-19.

“Sehingga PBTY ini juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Karena dengan adanya event budaya ini wisatawan dari berbagai daerah mengagendakan untuk data ke Jogja sesuai waktu pelaksanaan event budaya. Harapannya wisata terus membaik,” katanya.

Advertisement

BACA JUGA: Covid-19 di DIY Naik, Begini Update Ketersediaan Bed di Rumah Sakit

Ketua Panitia PBTY 2022 Antonius Simon menjelaskan pelaksanaan PBTY ke-17 digelar melalui kolaborasi dengan Pemda DIY dan pemkot Jogja. PBTY 2022 mengambil tema Lestarikan Budayaku, Mewangi Negeriku digelar dengan prokes ketat dan lebih banyak secara daring.

“PBTY digelar menerapkan prokes ketat sesuai aturan. Semua panitia telah mengikuti swab antigen serta jaga jarak dan memakai masker. Pelaksanaan PBTY diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam hal hiburan wisata dan budaya,” katanya.

Advertisement

Ketua Umum Jogja Chinese Art and Culture Centre (JCACC) Tandean Harry Setyo Subagyo mengatakan PBTY menjadi kebanggaan tersendiri dalam upaya melestarikan budaya Tionghoa. Ia mengapresiasi berbagai pihak, terutama pemerintah, yang mendukung terselenggaranya PBTY.

“Tema ini dibentuk sebagai wujud upaya pengembangan budaya, kita percaya bahwa bangsa yang mempertahankan budaya akan menjadi lebih baik. Dengan PBTY 2022, kita terus dapat mengingat identitas bangsa Indonesia lewat keberagaman yang unik serta persaudaraan yang kuat,” ujarnya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Mengapa Gas Air Mata Bisa Mematikan dan Bagaimana Cara Mengatasi Efeknya

News
| Minggu, 02 Oktober 2022, 16:17 WIB

Advertisement

alt

3 Rekomendasi Glamcamp Seru di Jogja

Wisata
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement