Wisata Gunungkidul Meledak PAD Tembus Rp26 Miliar
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul membuka opsi tetap melaksanakan pemilihan lurah serentak di 2024. Hal ini tak lepas adanya wacana memajukan penyelenggaraan pilkada di tahun depan.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Administrasi dan Aparatur Pemerintah Kalurahan, DPMKP2K Gunungkidul, Kriswantoro mengatakan, ada Surat Edaran Kementarian Dalam Negeri No:100.3.5.5/244/SJ. Didalam edaran ini dijelaskan bahwa pilihan yang dilaksanakan setelah 23 November 2023, maka penyelenggaraannya akan ditunda sampai dengan selesainya tahapan Pemilu dan Pilkada 2024.
Meski demikian, ia mengakui aturan ini belum bisa menjadi patokan. Pasalnya, berdasarkan informasi terbaru ada rencana memajukan penyelenggaraan pilkada dari November ke September.
Baca Juga: Anggaran Pilkada 2024 di Gunungkidul Disetujui Rp37,8 miliar
Kris tidak menampik memajukan pilkada masih sebatas wacana, tapi kalau direalisasikan akan berdampak terhadap penyelenggaraan pilihan lurah serentak di 30 kalurahan di Gunungkidul. “Kalau benar maju, maka kemungkinan pilihan lurah tetap bisa digelar di tahun depan,” katanya, Senin (30/10/2023).
Kendati demikian, ia memastikan pelaksanaan pilihan lurah di 2024 juga belum ada kepastian. Hal ini dikarenakan masih menunggu keputusan maju tidaknya penyelenggaran pilkada.
“Ya kalau tetap, maka kemungkinan ditunda. Tapi, kalau pilkada dimajukan, maka ada potensi pilihan lurah digelar tahun depan,” katanya.
Baca Juga: Wuih! Anggaran Pilkada Gunungkidul Membengkak, Totalnya Disepakati Tembus Rp51,5 Miliar
Oleh karennaya, lanjut Kris, meski belum ada kepastian terkait dengan pelaksanaan pilihan lurah, Pemkab tetap mengalokasikan anggaran pemilihan di tahun depan. Total pagu yang dialokasikan sekitar Rp2,4 miliar yang diperuntukan sebagai bantuan keuangan khusus bagi kalurahan menyelenggarakan pilihan di tahun depan.
“Untuk pelaksanaan pilihan lurah melihat dinamika ke depan seperti apa. Yang jelas, dari sisi penganggaran tetap disediakan di 2024,” katanya.
Baca Juga: Muncul Usulan Penundaan Pilkada 2024, Begini Reaksi KPU-Bawaslu Gunungkidul
Kepala DPMKP2KB Gunungkidul, Sujarwo mengatakan kepastian penyelenggaraan pilihan lurah di tahun depan sangat bergantung dengan kepastian pelaksanaan pilkada. Menurut dia, jika masa jabatan 30 lurah telah habis di tahun depan dan belum dilaksanakan pilihan, maka akan ditunjuk Pejabat Sementara guna mengisi kekosongan hingga dilantiknya lurah definitive hasil pemilihan.
Sujarwo mengungkapkan pemilihan lurah di Gunungkidul terbagi dalam tiga gelombang. Gelombang pertama pemilihan dilakukan di 2021 lalu yang dilaksanakan di 58 kalurahan.
Adapun gelombang kedua diikuti sebanyak 30 kalurahan yang seharusnya dilaksanakan pemilihan di 2024. Sedangkan di 2025, pilihan lurah dilaksanakan serentak di 56 kalurahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.