Investasi Sleman Tembus Rp931,7 Miliar, Kelistrikan Terbesar
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Ilustrasi aktivitas pembuangan sampah di TPAS Wukirsari di Kalurahan Baleharjo, Wonosari./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) menawarkan kepada Pemkab Gunungkidul untuk membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Refuse Derrived Fuel (RDF). Rencana pembangunan ini menyusul habisnya umur Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari.
Subkoordinator Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengembangan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Dwi Wiyani mengatakan anggaran pembangunan TPST ini ditaksir mencapai Rp50 miliar.
Saat ini, konsultan dari Kemen-PUPR sedang meninjau kembali detail engineering design (DED) TPST. Ditargetkan, hasil peninjauan ini akan keluar pada Juli mendatang.
“Awalnya kami mengusulkan pakai teknologi mekanis biologi, tetapi Kementerian PUPR memberi pilihan untuk mengolah menjadi RDF seperti milik Kabupaten Sleman. Nanti hasil pengolahan sampah dapat jadi bahan baku bahan bakar Semen Indonesia,” kata Wiyani, Jumat (21/6/2024).
Kemen-PUPR mempertimbangkan sampah masuk ke TPAS Wukirsari yang mencapai sekitar 50 ton setiap harinya. Jika hanya menggunakan teknologi mekanis biologis, ada kemungkinan pengelolaan sampah di Gunungkidul tidak akan optimal dalam tahun-tahun mendatang.
Pilihan itu menjadi dilematis. Pasalnya, Wiyani mengaku biaya operasional TPST pengolah RDF mahal. TPST RDF dengan kapasitas pengolahan sampah 20 ton per hari, biaya operasional dapat mencapai Rp10 miliar per tahun.
“Padahal, kalau pengelolaan sampah konvensional hanya sekitar Rp5 miliar. Keputusan akan menggunakan TPST RDF atau tidak, kami ikut pimpinan. Kemen-PUPR juga ikut keputusan Pemkab,” katanya.
BACA JUGA: Pemkot Jogja dan Pabrik Semen SBI Kerja Sama Manfaatkan Sampah
Lebih jauh, Wiyani menyampaikan setelah hasil peninjauan kembali DED selesai, ASEAN Infrastruktur Bank akan melakukan survei dampak pembangunan TPST.
Kepala DLH Gunungkidul, Antonius Hary Sukmono mengatakan tonase sampah yang masuk ke TPAS Wukirsari rata-rata mencapai 50 ton per hari. Sampah ini lebih banyak disuplai dari kawasan non-pantai. Penanganan sampah semakin mendesak lantaran jalur jalan lintas selatan (JJLS) akan semakin ramai.
Sedangkan, Hary pernah menegaskan tidak boleh ada lagi TPAS dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini yang mendorong Pemkab Gunungkidul untuk memperluas tanah di TPAS Wukirasi dari 5 hektar (ha) menjadi 9 ha. Lahan perluasan itu lah yang akan menjadi lokasi pembangunan TPST sebagaimana diungkapkan Wiyani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Prabowo menyebut Indonesia berpeluang menjadi ekonomi keempat dunia dalam 25 tahun dan meminta lulusan IPDN 2026 menyiapkan diri menjadi pemimpin bangsa.
Menkop Ferry Juliantono menyebut minat generasi muda terhadap koperasi meningkat, ditandai lahirnya koperasi kreator konten, animator, dan petani milenial.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan lahan 4 hektare untuk TPST Wukirsari. Proyek menunggu bantuan Pemerintah Pusat dan ditarget mulai dibangun 2027.
Honda Super-One debut di GIIAS 2026 dengan kuota 100 unit untuk Indonesia. Mobil listrik ini mampu menempuh jarak hingga 274 kilometer.
DKPP menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Anggota KPU RI Parsadaan Harahap terkait penggunaan helikopter saat pelantikan KPPS di Cianjur.